GEMASUMATRA.COM – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperkuat kolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) untuk meningkatkan penerimaan zakat di daerah. Langkah ini dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi zakat sebagai instrumen kesejahteraan umat sekaligus mendukung program pengentasan kemiskinan.
Gubernur Sumut, Bobby Nasution, menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam menyeimbangkan pembangunan ekonomi. “Selain bersumber dari pajak dan APBD, zakat adalah kekuatan sosial ekonomi yang harus dikelola secara profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujarnya.
Baznas Sumut mencatat potensi zakat di provinsi ini mencapai triliunan rupiah setiap tahunnya. Namun, realisasi penghimpunan masih jauh dari target karena minimnya kesadaran masyarakat dan kurangnya akses informasi. Kolaborasi dengan Pemprov diharapkan mampu memperluas jangkauan edukasi, memperkuat regulasi, sekaligus meningkatkan akuntabilitas pengelolaan zakat.
Ketua Baznas Sumut menyampaikan pihaknya siap bersinergi dengan pemerintah dalam menyusun program edukasi zakat di kalangan ASN, BUMD, hingga masyarakat umum. Baznas juga menekankan penggunaan teknologi digital, seperti aplikasi pembayaran zakat online, agar lebih memudahkan masyarakat dalam menunaikan kewajiban.
Sejumlah tokoh agama di Medan mendukung langkah ini. Menurut mereka, sinergi pemerintah dengan Baznas akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan zakat. “Jika transparansi dijaga, masyarakat akan lebih percaya dan mau menyalurkan zakat melalui lembaga resmi,” ujar seorang ulama setempat.
Kolaborasi ini juga diharapkan mampu memperkuat program-program sosial di Sumut, seperti bantuan pendidikan bagi anak kurang mampu, santunan kesehatan, pemberdayaan ekonomi UMKM, hingga bantuan bencana.
Dengan pengelolaan zakat yang optimal, Sumut menargetkan bisa menjadi salah satu provinsi dengan penghimpunan zakat terbesar di Indonesia.






