Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Satgas Karhutla Sumsel Kerahkan 12.285 Personel, Operasi Udara Diperkuat 14 Helikopter

Delapan helikopter TNI AU dan enam helikopter dukungan APP Group membantu patroli serta water bombing.

Ilustrasi helikopter untuk operasi penanganan karhutla Sumatera Selatan

GemaSumatra.com – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan diperkuat melalui operasi darat dan udara yang melibatkan 12.285 personel gabungan.

Dukungan udara mencakup delapan helikopter yang dioperasikan TNI Angkatan Udara melalui Lanud Sri Mulyono Herlambang serta enam helikopter water bombing dari APP Group.

Water bombing menjangkau lokasi sulit diakses

Operasi udara digunakan untuk menangani titik kebakaran yang sulit ditembus tim darat, terutama kawasan yang jauh dari sumber air.

Baca Juga:  Karhutla Jambi Capai 33.180 Hektare, Gambut TN Berbak-Sembilang Jadi Sorotan

Helikopter tidak hanya diarahkan ke titik api, tetapi juga digunakan untuk membasahi area di sekitarnya guna menghambat penjalaran kebakaran ke permukiman, perkebunan warga, dan kawasan konservasi.

Satgas turut memetakan sungai, danau, kanal, serta embung yang dapat digunakan sebagai sumber air untuk pengisian bambi bucket.

Operasi modifikasi cuaca ikut dilakukan

Selain patroli dan water bombing, penanganan karhutla di Sumatera Selatan juga melibatkan Operasi Modifikasi Cuaca yang disesuaikan dengan kondisi serta ketersediaan awan.

Baca Juga:  Prabowo Siapkan Motor Trail untuk Satgas Karhutla Jambi, 81 Pos Jadi Fokus Dukungan

Strategi penanganan dilakukan bersamaan dengan pemadaman darat dan edukasi kepada masyarakat mengenai pencegahan kebakaran serta larangan membuka lahan dengan cara membakar.

Koordinasi operasi melibatkan Satgas Karhutla, TNI AU, pemerintah daerah, dunia usaha, dan unsur terkait lainnya.

Sumber: ANTARA Sumatera Selatan, 25 September 2026.

Foto ilustrasi helikopter: Muhammad Abdul Majid/Unsplash.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *