Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Tapsel Jaga Akses Garoga Tetap Fungsional

Jembatan darurat masih jadi nadi mobilitas warga

Tapanuli Selatan jembatan Garoga (Kantor Staf Presiden)
Tapanuli Selatan jembatan Garoga (Kantor Staf Presiden)

TAPANULI SELATAN, Senin, 6 April 2026, 09.44 WIB — Konektivitas di Tapanuli Selatan masih bertumpu pada jembatan-jembatan darurat yang dibangun pascabencana, terutama di koridor Garoga dan jalur antarkecamatan. Pemerintah daerah, TNI, dan Kementerian PU kini berupaya menjaga akses itu tetap aman sambil menyiapkan penanganan jangka panjang pada sungai dan infrastruktur sekitar.

Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu pada 18 Maret 2026 membantah isu bahwa Jembatan Bailey Garoga rusak. Ia menjelaskan yang terjadi adalah pemeliharaan rutin untuk memastikan jembatan sementara itu tetap layak dilintasi. Di lapangan, jembatan tersebut masih digunakan warga dari Tapanuli Tengah menuju Tapanuli Selatan dan sebaliknya, termasuk saat arus mudik Lebaran 2026 meningkat.

Jembatan ini sangat penting karena menjadi lintasan vital mobilitas warga, kendaraan komersial, dan distribusi kebutuhan harian. ANTARA mencatat jembatan Bailey Garoga telah diresmikan sejak 24 Desember 2025, sedangkan Presiden Prabowo Subianto meninjau langsung jembatan itu pada 31 Desember 2025 setelah rampung dipasang untuk membuka kembali akses ke sejumlah kecamatan di Tapanuli Tengah.

Baca Juga:  BMKG: Gelombang 1,25–2,5 m di Nias 4–6 Nov

Gus Irawan Pasaribu, Bupati Tapanuli Selatan, mengatakan jembatan itu bersifat sementara dan hanya dapat menanggung bobot tertentu, sekitar 24 ton, sehingga warga diminta tertib agar fungsinya tetap maksimal. Di sisi lain, Kapendam I/Bukit Barisan Kolonel Inf Asrul Kurniawan Harahap menegaskan pemasangan jembatan darurat lain di Tapanuli Selatan juga menjadi bagian dari komitmen TNI AD mempercepat pemulihan wilayah terdampak.

Baca Juga:  Dana Rp10,6 Triliun untuk Aceh, Sumut, Sumbar

Pada 12 Januari 2026, Satgas Yonzipur I/Dhira Dharma merampungkan jembatan Bailey penghubung Kecamatan Marancar dan Kecamatan Sipirok. Menurut TNI, jembatan itu kembali membuka akses utama warga dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat. Secara lebih luas, Satgas PRR menyebut hingga 31 Maret 2026 pembangunan jembatan bailey, armco, dan perintis di Sumatera Utara terus dikebut agar titik-titik terisolasi tersambung lagi.

Namun, pemulihan Tapanuli Selatan tidak berhenti pada jembatan. Kementerian PU menempatkan Sungai Aek Garoga sebagai titik prioritas penanganan pascabanjir dengan fokus pada normalisasi alur sungai, pembersihan sedimentasi, dan pengamanan infrastruktur sekitar. Dalam penanganan darurat, BBWS Sumatera II Medan telah mengerahkan delapan unit ekskavator PC 200, dua ekskavator long arm, dan satu ekskavator capit.

Baca Juga:  Sumut Falcons Volleyball Academy Resmi Berdiri, Siap Cetak Atlet Voli Putri Berprestasi

Langkah berikutnya bagi Tapanuli Selatan adalah memastikan jembatan sementara tetap aman dilintasi sampai solusi permanen dibangun. Untuk warga, pelaku usaha, dan angkutan logistik, keberlanjutan akses Garoga dan jalur antarkecamatan akan menentukan seberapa cepat sekolah, perdagangan, dan pelayanan publik pulih sepenuhnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *