Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Tapsel Percepat Huntap, Pengungsi Tenda Nol

Pemulihan pascabencana bergeser ke hunian permanen dan layanan dasar warga

Huntap Tapanuli Selatan (Tsu Chi Medan)
Huntap Tapanuli Selatan (Tsu Chi Medan)

TAPANULI SELATAN, Selasa, 31 Maret 2026, 16.10 WIB — Percepatan pembangunan hunian tetap di Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, menjadi penanda penting pemulihan pascabencana di Sumatera Utara. Pemerintah provinsi menyatakan warga terdampak kini tidak lagi tinggal di tenda, sementara 120 unit huntap di Desa Hapesong Baru telah diserahkan kepada penyintas.

Perkembangan ini penting bagi warga karena fase tanggap darurat mulai benar-benar bergeser ke fase pemulihan yang lebih layak. Di Batang Toru, penyintas tidak lagi bergantung pada hunian darurat sempit dan rawan cuaca, melainkan mulai menempati rumah permanen dengan akses lebih dekat ke pasar, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi harian.

Secara angka, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meresmikan 120 unit huntap dari total 227 unit yang disiapkan di Dusun Tamansari, Desa Hapesong Baru. Pada saat yang sama, Pemprov Sumut menyatakan kondisi “zero pengungsi” di tenda sudah tercapai. Di tingkat provinsi, progres pembangunan huntap untuk penyintas bencana disebut mencapai 1.103 unit, dan Tapanuli Selatan menjadi kabupaten tercepat dalam penyelesaiannya.

Baca Juga:  Marapi Sumbar Erupsi, Status Waspada; Radius 3 Km

Maruarar Sirait, Menteri PKP, menilai percepatan di Tapanuli Selatan menjadi contoh pelaksanaan pemulihan yang cepat. Ia menegaskan daerah itu menjadi kabupaten pertama yang mampu menuntaskan pembangunan huntap lebih dulu dibanding titik lain. Sementara itu, Basarin Yunus Tanjung, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Sumut, menyebut warga yang sebelumnya tinggal di tenda kini telah berpindah ke huntara, huntap, atau rumah kontrakan yang difasilitasi pemerintah.

Baca Juga:  Aceh dan Sumut Ditunjuk sebagai Tuan Rumah PON 2024, KONI Bersiap dengan Strategi Maksimal

Bagi warga Batang Toru, perubahan ini bukan sekadar pergantian tempat tinggal. Hunian permanen memberi kepastian yang lebih besar bagi keluarga untuk kembali bekerja, menyekolahkan anak, dan menata ekonomi rumah tangga. Lokasi huntap yang relatif dekat ke pasar dan rumah sakit juga dinilai memangkas beban transportasi dan memudahkan akses layanan dasar.

Tapanuli Selatan sebelumnya menjadi salah satu wilayah yang terdampak berat banjir bandang di daerah aliran sungai Batang Toru. Pada fase awal, warga sempat bertahan di pengungsian dan hunian sementara. Karena itu, penyerahan huntap menjadi ukuran penting bahwa pemulihan tak lagi berhenti pada bantuan logistik, melainkan mulai masuk ke pemulihan hidup sehari-hari secara lebih permanen.

Baca Juga:  4.843 Warga Tapteng Masih Bertahan di Pengungsian

Langkah berikutnya adalah menuntaskan sisa unit huntap, memastikan utilitas dasar benar-benar berfungsi, serta menjaga agar proses relokasi tidak memutus mata pencaharian warga. Pemerintah daerah juga perlu memastikan data penerima, sarana air bersih, jalan lingkungan, dan akses sekolah berjalan beriringan agar fase pemulihan tidak tersendat setelah seremonial penyerahan rumah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *