Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

ISPU Palembang Tembus 780, Kualitas Udara Masuk Kategori Berbahaya

Ilustrasi Jembatan Ampera Palembang untuk berita kabut asap dan kualitas udara

PALEMBANG — Kualitas udara di Kota Palembang, Sumatera Selatan, tercatat masuk kategori berbahaya akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Pantauan aplikasi ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup pada Minggu, 4 Oktober 2026 menunjukkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) mencapai 780.

Kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah ruas jalan dan kawasan di Palembang, termasuk sekitar Jembatan Musi IV dan Jalan Jenderal Sudirman. Kondisi tersebut memperlihatkan tingginya konsentrasi pencemaran udara yang terjadi di ibu kota Sumatera Selatan.

Dampak kabut asap tidak hanya dirasakan pada kualitas udara. Sehari sebelumnya, delapan penerbangan di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang dilaporkan mengalami penundaan akibat gangguan jarak pandang. Pemerintah daerah juga telah menyiapkan layanan pengobatan bagi warga yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut akibat paparan asap.

Situasi kabut asap di Palembang berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di sejumlah wilayah Sumatera Selatan. Pemerintah dan aparat terkait terus melakukan penanganan di lapangan untuk menekan penyebaran asap dan mencegah kebakaran meluas.

Dalam kondisi kualitas udara yang buruk, masyarakat perlu mengurangi aktivitas di luar ruangan yang tidak mendesak. Kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta warga dengan riwayat gangguan pernapasan perlu mendapat perhatian lebih.

Penggunaan masker saat berada di luar ruangan dapat membantu mengurangi paparan partikel. Warga juga perlu mengikuti informasi kualitas udara dan imbauan resmi pemerintah karena kondisi dapat berubah mengikuti perkembangan titik api, arah angin, dan cuaca.

Kabut asap menjadi persoalan lintas wilayah di Sumatra dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah daerah lain, termasuk Dharmasraya di Sumatera Barat, juga melaporkan penurunan kualitas udara akibat asap yang diduga berasal dari wilayah sekitar.

Sumber: ANTARA dan ISPUnet Kementerian Lingkungan Hidup, 5 Oktober 2026.

Editor: Azlan Shah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *