Politik, Gema Sumatra – Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor, yang akrab disapa Paman Birin, kini menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap.
Kasus ini mencuat seiring dengan dugaan adanya aliran suap dalam proyek-proyek yang dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan.
KPK telah menetapkan Sahbirin Noor sebagai tersangka dalam kasus suap.
Selain itu, KPK juga melancarkan upaya pencarian setelah Gubernur Kalsel itu di ketahui menghilang.
Menurut juru bicara KPK, pihaknya tengah bekerja keras untuk menemukan keberadaan Sahbirin yang di duga tidak hadir saat sejumlah panggilan dari KPK.
“Kami berharap beliau segera muncul dan memberikan klarifikasi mengenai tuduhan yang di layangkan,” ujar Tessa Mahardhika Sugiarto, juru bicara KPK, dalam keterangan resmi.
Meskipun pihak kuasa hukum Sahbirin membantah bahwa klien mereka sedang bersembunyi, mereka mengaku tidak mengetahui keberadaan Paman Birin saat ini.
KPK terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi yang di duga memiliki hubungan dengan kasus ini.
Beberapa saksi yang dekat dengan Sahbirin, termasuk sopir pribadi, sedang di periksa oleh KPK.
Proses pemeriksaan terhadap mereka masih berlangsung hingga kini.
Namun, beberapa saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan tidak hadir tanpa memberikan alasan yang jelas, seperti halnya tiga sopir Sahbirin yang tidak memenuhi panggilan untuk pemeriksaan.
Hal ini tentunya menambah kompleksitas dalam penyelidikan kasus ini.
Dalam situasi yang penuh spekulasi ini, banyak pihak berharap agar Sahbirin segera memberikan penjelasan atas kasus yang melilitnya.
Direktur Jenderal Korupsi KPK, Nurul Ghufron, menekankan bahwa kasus ini tidak hanya menyangkut individu, tetapi juga menyentuh integritas sistem pemerintahan di Kalimantan Selatan.
Ia menegaskan, “Penting bagi setiap pejabat publik untuk mempertanggungjawabkan segala tindakannya, terutama yang berhubungan dengan dugaan penyalahgunaan kekuasaan.”
Meski situasi masih terus berkembang, KPK menunjukkan komitmennya untuk menuntaskan penyelidikan ini dengan transparansi penuh.
Masyarakat juga berharap agar kasus ini dapat menjadi pembelajaran bagi pejabat lainnya tentang pentingnya integritas dalam memimpin.
Kasus suap ini bukan hanya soal hukum, tetapi juga soal kepercayaan publik terhadap sistem pemerintahan yang ada.
Sahbirin Noor, yang di kenal karena prestasinya sebagai Gubernur Kalimantan Selatan, kini menghadapi tantangan besar.
Kasus hukum yang di hadapinya akan menentukan masa depan politik dan reputasinya.
Seiring berjalannya waktu, kita tunggu perkembangan selanjutnya terkait proses hukum yang akan di hadapinya.
Ikuti Update Berita Terkini Gema Sumatra di: Google News






