BANDA ACEH, Jumat, 8 Mei 2026, 11.40 WIB — Pemerintah Aceh membuka pendaftaran bantuan pendidikan bagi mahasiswa terdampak bencana hidrometeorologi tahun 2026, Jumat, 8 Mei 2026, sebagai dukungan agar proses kuliah tetap berjalan bagi keluarga yang terdampak bencana.
Program tersebut diumumkan BPSDM Aceh melalui kanal resmi kategori beasiswa. Sasaran utamanya adalah mahasiswa yang terdampak bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, longsor, dan kejadian cuaca ekstrem lain yang mengganggu kemampuan keluarga membiayai pendidikan.
BPSDM Aceh menjadi instansi pelaksana informasi pendaftaran. Informasi pembanding dari media lokal Aceh juga mencatat program yang sama pada hari ini, sehingga pengumuman dapat dikategorikan terverifikasi dari sumber resmi dan pemberitaan lokal.
Jadwal dan Tahapan Seleksi
Proses pendaftaran akan dibuka secara daring (online) mulai tanggal 11 Mei hingga 2 Juni 2026. Berikut adalah rangkaian jadwal pentingnya:
- Pengumuman: 7 Mei 2026.
- Pendaftaran Online: 11 Mei – 2 Juni 2026.
- Seleksi Administrasi: 13 Mei – 3 Juni 2026.
- Verifikasi Faktual: 15 – 30 Juni 2026.
- Pengumuman Kelulusan Akhir: 7 Juli 2026.
- Penetapan SK Penerima: 21 Juli 2026.
Persyaratan Utama
Calon pendaftar wajib melampirkan beberapa dokumen pendukung, antara lain:
- Status Mahasiswa: Surat keterangan aktif kuliah, KTM, KRS, KHS, dan transkrip nilai/IPK.
- Kependudukan: KTP dan KK yang membuktikan domisili minimal 2 tahun di Aceh.
- Bukti Terdampak: Surat keterangan resmi dari Keuchik/Kepala Desa dan/atau BPBD/BPBA yang menyatakan domisili terdampak parah serta kondisi ekonomi keluarga yang terdampak.
- Status Bantuan Lain: Surat keterangan tidak sedang menerima bantuan sejenis atau beasiswa penuh dari perguruan tinggi terkait.
Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan resmi: https://s.id/seleksibantuanhidrometeorologiBPSDM.
Program bantuan pendidikan ini penting bagi kabupaten/kota yang terdampak bencana pada periode sebelumnya. Mahasiswa dari keluarga rentan sering menghadapi risiko tunggakan UKT, biaya transportasi, dan kebutuhan penunjang kuliah setelah pendapatan rumah tangga terganggu.
Mahasiswa diminta menyiapkan dokumen identitas, keterangan aktif kuliah, bukti terdampak bencana, dan dokumen pendukung lain sesuai petunjuk resmi. Kampus, pemerintah gampong, dan dinas terkait perlu membantu verifikasi agar bantuan tepat sasaran.






