Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Hama Batang Serang Padi Nagan Raya

Penyuluh dikerahkan di Kecamatan Kuala dan Suka Makmue

Hama batang padi Nagan Raya (Erik Karits)
Hama batang padi Nagan Raya (Erik Karits)

NAGAN RAYA, Sabtu, 2 Mei 2026 10.15 WIB — Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mengerahkan penyuluh untuk menangani serangan hama pemakan batang pada tanaman padi. Serangan yang merusak enam hektare sawah di dua kecamatan itu berisiko menurunkan hasil panen petani.

Serangan hama dilaporkan terjadi di Kecamatan Kuala dan Kecamatan Suka Makmue. Pemerintah daerah menyebut jenis hama pemakan batang ini tergolong jarang terjadi di Nagan Raya, sehingga penanganan awal dilakukan bersama petugas teknis lapangan.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, mengatakan serangan hama tersebut berdampak pada kualitas gabah. Berdasarkan laporan yang diterima dinas, rendemen padi di area terdampak dapat turun drastis hingga tersisa sekitar 40%.

Baca Juga:  Padang Mulai Rehabilitasi Sawah Pascabanjir

Marzuki, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Nagan Raya, “Serangan terjadi di beberapa titik lokasi di dua kecamatan yaitu di Kecamatan Kuala dan Kecamatan Suka Makmue. Jenis hamanya adalah pemakan batang, dan ini tergolong jarang atau baru pertama kali terjadi di Kabupaten Nagan Raya.”

Kondisi paling berat dilaporkan di sebagian area Suka Makmue karena serangan terjadi menjelang masa panen. Pada fase ini, upaya pemulihan tanaman lebih sulit dilakukan dan sebagian padi berisiko tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Baca Juga:  Pidie: Proyek Bangunan Pengarah Bendungan Rukoh Capai 51,84%, Dukung Irigasi & Kendali Banjir

Bagi petani, serangan hama menjelang panen dapat berdampak langsung pada pendapatan keluarga. Biaya tanam, perawatan, pupuk, dan tenaga kerja sudah dikeluarkan, sementara gabah yang dihasilkan berpotensi berkurang dari perkiraan awal.

Pemkab Nagan Raya menyatakan telah bekerja sama dengan Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan untuk pengendalian awal. Pemerintah juga memberi arahan kepada kelompok tani agar memperkuat pemantauan mandiri, menjaga kebersihan lingkungan sawah, dan memperhatikan kondisi tanah.

Baca Juga:  Aceh dan Sumut Ditunjuk sebagai Tuan Rumah PON 2024, KONI Bersiap dengan Strategi Maksimal

Apa berikutnya, petani di wilayah sekitar diminta memantau rumpun padi sejak dini, terutama di lahan yang berdekatan dengan titik serangan. Kelompok tani perlu segera melapor kepada penyuluh apabila menemukan batang padi rusak, pertumbuhan terhambat, atau tanda serangan serupa agar penyebaran dapat ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *