Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Sumbar Pusatkan Tanam Serentak di Agam

Kepala Dinas Pertanian Sumbar Afniwirman menyebut koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pertanian

Tanam sawah (Andreas Suwardy)
Tanam sawah (Andreas Suwardy)

AGAM, Kamis, 30 April 2026, 11.30 WIB — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat memusatkan gerakan tanam serentak nasional di Kabupaten Agam. Program ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan lahan pertanian pascabencana hidrometeorologi dan membantu petani kembali memulai musim tanam.

Gerakan tanam serentak dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 30 April 2026, dengan lokasi fokus di sekitar Danau Maninjau, Kabupaten Agam. Daerah ini dipilih karena menjadi salah satu wilayah yang terdampak kerusakan lahan pertanian akibat bencana akhir 2025.

Kepala Dinas Pertanian Sumbar Afniwirman menyebut koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pertanian. Ia menyampaikan bahwa Sumbar memusatkan kegiatan di Agam, tepatnya di kawasan pinggir Danau Maninjau, sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi pertanian.

Baca Juga:  BMKG: Hujan Lebat di Sumatra, Gelombang Selat Sunda 2–2,6 m

Afniwirman, Kepala Dinas Pertanian Sumbar, “Kami diinformasikan oleh pihak Kementerian Pertanian terkait pelaksanaan penanaman serentak, dan di Sumbar kami fokuskan di Kabupaten Agam tepatnya pinggir Danau Maninjau.”

Bagi petani, percepatan tanam penting untuk memulihkan pendapatan keluarga setelah lahan dan sarana produksi terganggu. Kegiatan ini juga berkaitan dengan ketersediaan beras lokal, terutama bila musim tanam dapat berjalan serempak dan dukungan benih tersalurkan tepat waktu.

Baca Juga:  Jembatan Kampuang Apa Rapuh, Bupati Padang Pariaman Stop Truk Tambang

Pemprov Sumbar mengakui proses rehabilitasi lahan pertanian di Kabupaten Agam sempat menghadapi kendala, terutama di Kecamatan Palembayan. Kendala pemulihan lahan perlu diselesaikan agar petani tidak kehilangan momentum tanam dan biaya produksi tidak meningkat.

Apa berikutnya, pemerintah daerah perlu memastikan saluran irigasi, akses alat mesin pertanian, dan distribusi benih berjalan sesuai jadwal. Petani juga perlu mendapat informasi teknis mengenai kondisi lahan, varietas yang sesuai, dan antisipasi hujan pada awal Mei 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *