Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Padang Mulai Rehabilitasi Sawah Pascabanjir

Pemulihan lahan di Gunung Sarik dipercepat agar petani bisa kembali tanam

Rehabilitasi sawah Padang (hartono subagio)
Rehabilitasi sawah Padang (hartono subagio)

PADANG, Senin, 20 April 2026, 17.30 WIB — Pemerintah Kota Padang mulai merehabilitasi lahan persawahan yang terdampak banjir di kawasan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, Senin. Langkah ini penting bagi warga karena sawah yang sempat tertimbun material perlu segera dipulihkan agar musim tanam berikutnya tidak kembali tertunda.

Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung pekerjaan di lapangan. Dari keterangan yang disampaikan, rehabilitasi dikerjakan dengan dukungan alat berat dan gotong royong warga setempat. Pemerintah kota menyebut bantuan dari kementerian sudah tiba sekitar sepekan lalu dan kini mulai digunakan untuk mempercepat penanganan lahan yang rusak.

Di tingkat kebijakan yang lebih luas, percepatan itu sejalan dengan dorongan pemerintah pusat agar lahan pertanian terdampak bencana di Sumatera Barat segera ditangani. Menteri Pertanian sebelumnya menyebut bantuan untuk Ranah Minang mencapai Rp 455 miliar, ditambah dukungan sektor perkebunan senilai Rp 500 miliar, sehingga kabupaten dan kota diminta segera menindaklanjuti bantuan yang tersedia.

Baca Juga:  Huntap Penyintas Banjir Bireuen Mulai Dibangun

Bagi warga Kuranji, pemulihan sawah bukan sekadar soal produksi padi, tetapi juga menyangkut pendapatan rumah tangga petani, biaya tanam ulang, dan keberlangsungan irigasi. Fadly Amran menekankan lahan yang tertimbun material harus segera diolah kembali, termasuk perbaikan irigasi dan unsur pendukung lain, agar tanah kembali subur dan hasil panen tidak turun terlalu lama.

Baca Juga:  Predator: Badlands Tayang—Jadwal Medan & Padang

Konteksnya, kerusakan sawah pascabencana di Padang menjadi bagian dari gangguan yang lebih luas pada sektor pertanian Sumbar dalam beberapa bulan terakhir. Karena itu, rehabilitasi di Gunung Sarik dipandang sebagai uji cepat pemerintah daerah dalam menerjemahkan bantuan pusat menjadi pekerjaan nyata di lapangan, terutama pada lahan yang langsung menopang penghasilan warga.

Baca Juga:  Peningkatan Indeks Pertanaman Jadi Tantangan Sumsel Pacu Produksi Padi

Langkah berikutnya ialah memastikan pekerjaan tidak berhenti pada pembersihan awal. Warga membutuhkan kepastian soal target waktu selesai, kesiapan saluran air, pendampingan teknis, dan dukungan lanjutan agar sawah yang dipulihkan benar-benar kembali produktif. Bagi petani, semakin cepat rehabilitasi rampung, semakin kecil pula risiko kehilangan satu siklus tanam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *