MUSI RAWAS UTARA, Senin, 11 Mei 2026, 18.00 WIB — Banjir di Kabupaten Musi Rawas Utara, Sumatera Selatan, masih berdampak pada permukiman warga, sekolah, dan akses penghubung desa setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah itu sejak Kamis, 7 Mei 2026.
Data awal yang dihimpun dari laporan BPBD setempat dan pemberitaan kantor berita menyebut sedikitnya 16.156 rumah penduduk terendam. Sejumlah laporan lanjutan menyebut angka terdampak masih bergerak seiring asesmen lapangan di beberapa kecamatan.
Wilayah terdampak antara lain Karang Jaya, Rupit, Karang Dapo, dan Rawas Ilir. Selain rumah warga, fasilitas umum seperti sekolah, puskesmas pembantu, polindes, dan jembatan gantung ikut terdampak banjir.
Kepala BPBD Muratara Mugono, dalam keterangan yang dikutip sejumlah media, menyebut pendataan dilakukan oleh Pusdalops-PB BPBD Muratara. Ia menyampaikan, “Data terdampak masih terus diperbarui sesuai laporan petugas di lapangan.”
Banjir mengganggu aktivitas warga, terutama keluarga yang rumahnya terendam dan pelajar yang sekolahnya belum dapat digunakan. Akses antardesa juga menjadi perhatian karena beberapa jembatan gantung dilaporkan putus atau rusak.
Kondisi ini menambah beban layanan darurat di Muratara. Warga membutuhkan air bersih, makanan siap saji, layanan kesehatan, serta kepastian akses menuju fasilitas umum setelah air surut.
Pemerintah daerah bersama BPBD, aparat keamanan, dan relawan perlu memprioritaskan evakuasi kelompok rentan, pembersihan sekolah, serta pemeriksaan keamanan jembatan. Warga diminta tidak memaksakan melintasi arus deras dan segera melapor bila melihat kenaikan debit sungai.







