Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Aceh Besar Kejar 1.369 Akseptor KB

Layanan serentak berlangsung hingga 22 Mei 2026

Keluarga Berencana (Nataliya Vaitkevich)
Keluarga Berencana (Nataliya Vaitkevich)

ACEH BESAR, Minggu, 3 Mei 2026 10.30 WIB — Pemerintah bersama BKKBN menargetkan 1.369 akseptor di Kabupaten Aceh Besar melalui pelayanan KB serentak yang berlangsung 29 April–22 Mei 2026 untuk memperluas akses kesehatan reproduksi warga.

Program tersebut menjadi bagian dari layanan KB serentak tingkat Aceh yang menyasar 15.572 akseptor. Di Aceh Besar, sasaran 1.369 akseptor ditempatkan sebagai prioritas karena wilayah ini memiliki sebaran penduduk luas dan kebutuhan layanan keluarga berencana yang beragam.

Pelayanan berlangsung dalam rangka Bulan Bhakti Ikatan Bidan Indonesia atau IBI. Fokus layanan meliputi peningkatan peserta KB, penguatan metode kontrasepsi jangka panjang, penurunan kebutuhan ber-KB yang belum terpenuhi, serta penambahan akseptor baru.

Baca Juga:  Aceh Besar Bersihkan Lonjakan Sampah Usai Lebaran

Safrina Salim, Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, menyebut keberhasilan program membutuhkan kerja lintas sektor. “Program pelayanan keluarga berencana serentak ini menyasar 15.572 akseptor di seluruh Provinsi Aceh, dengan target khusus 1.369 akseptor di Kabupaten Aceh Besar,” ujarnya.

Bagi warga, layanan ini penting karena dapat memperpendek jarak akses ke fasilitas kesehatan. Keterlibatan puskesmas, bidan, perangkat kecamatan, dan organisasi profesi juga diharapkan membantu keluarga memperoleh informasi yang lebih aman dan tepat sebelum memilih metode kontrasepsi.

Baca Juga:  4 Jenis Olahraga yang Direkomendasikan untuk Penderita Asma: Menemukan Kesehatan Melalui Gerakan

Secara lokal, Aceh Besar memiliki desa dan kecamatan yang berjauhan dari pusat layanan. Karena itu, model layanan serentak memberi ruang bagi petugas kesehatan untuk menjangkau warga yang selama ini menunda pemeriksaan atau konsultasi KB.

Apa berikutnya, warga Aceh Besar disarankan mendatangi puskesmas atau bidan terdekat selama masa layanan berlangsung. Petugas kesehatan diminta memastikan konseling dilakukan sebelum tindakan agar pilihan kontrasepsi sesuai kondisi medis masing-masing peserta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *