Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

PLN Siapkan Listrik untuk 324 Hunian Tetap Korban Bencana di Padang

Jaringan kelistrikan disiapkan untuk kawasan huntap di Sungkai dan Balai Gadang agar dapat digunakan ketika rumah mulai ditempati.

Huntap Padang
Huntap Padang

PADANG – PT PLN (Persero) UP3 Padang menyiapkan infrastruktur kelistrikan untuk mendukung 324 hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana di Kota Padang, Sumatera Barat.

Hunian tersebut tersebar di Kampung Sungkai, Kelurahan Lambung Bukit, Kecamatan Pauh, serta kawasan Bumi Perkemahan Koto Tangah di Kelurahan Balai Gadang.

Di Sungkai, lahan disiapkan untuk pembangunan 183 unit hunian tetap. Sementara di Balai Gadang terdapat 141 unit pada tahap pertama pembangunan.

Baca Juga:  Pemulihan Aceh Tamiang Disebut Hampir 100 Persen

Dari 141 unit di Balai Gadang, sekitar 90 rumah telah terbangun. Pembangunan tahap pertama ditargetkan selesai pada November 2026.

Pemerintah Kota Padang, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, serta PLN sebelumnya meninjau kedua kawasan tersebut pada 11 Agustus untuk melihat progres pembangunan dan kebutuhan infrastruktur pendukung.

Penyediaan listrik sejak tahap pembangunan menjadi penting agar rumah tidak selesai secara fisik tanpa kesiapan layanan dasar.

Baca Juga:  Padang Mulai Rehabilitasi Sawah Pascabanjir

Permukiman baru membutuhkan lebih dari bangunan tempat tinggal. Jalan lingkungan, air bersih, drainase, jaringan listrik, akses komunikasi, serta fasilitas sosial menjadi bagian yang menentukan apakah kawasan dapat benar-benar digunakan masyarakat.

Ketersediaan listrik nantinya akan mendukung penerangan, aktivitas rumah tangga, pendidikan anak, komunikasi, dan kegiatan ekonomi warga.

Bagi keluarga yang sebelumnya terdampak bencana, perpindahan dari hunian sementara menuju hunian tetap merupakan bagian penting dari proses pemulihan jangka panjang.

Baca Juga:  Dirut Baru Garuda, Glenny Kairupan; Imbas ke Rute Sumatra

Karena itu, sinkronisasi pembangunan rumah dan jaringan utilitas dapat mempercepat waktu ketika warga benar-benar dapat menempati kawasan.

Pembangunan 324 unit di dua lokasi tersebut juga menunjukkan bahwa pemulihan pascabencana di Padang mulai bergerak dari fase penyediaan tempat tinggal sementara menuju pembentukan kembali kawasan permukiman permanen.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *