Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

UKM PA Leuser USK dan HAkA Latih 25 Anggota LPHD Gembulo Hadapi Bencana di Gayo Lues

Peserta pelatihan LPHD Gembulo mempraktikkan simulasi penyelamatan korban di sungai menggunakan perlengkapan keselamatan, Gayo Lues, Oktober 2026
Peserta mengikuti simulasi penyelamatan korban di perairan dalam pelatihan LPHD Gembulo di Desa Agusen, Gayo Lues. Foto: Dokumentasi UKM PA Leuser USK dan HAkA.

GAYO LUES, GemaSumatra.com — Unit Kegiatan Mahasiswa Pencinta Alam Leuser Universitas Syiah Kuala (UKM PA Leuser USK) bersama Hutan, Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) mengadakan pelatihan manajemen bencana dan penyelamatan di air bagi anggota Lembaga Pengelola Hutan Desa (LPHD) Gembulo di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, pada 14–16 Oktober 2026.

Berdasarkan siaran pers yang diterima redaksi pada Minggu (18/10/2026), kegiatan tersebut diikuti 25 anggota LPHD Gembulo, terdiri atas 13 perempuan dan 12 laki-laki. Pelatihan ditujukan untuk menambah pengetahuan mengenai risiko bencana sekaligus memperkenalkan keterampilan dasar menghadapi keadaan darurat di kawasan sungai.

Desa Agusen memiliki kawasan sungai dan hutan yang juga menyimpan potensi wisata alam. Karena itu, materi pelatihan menghubungkan kesiapsiagaan bencana dengan keselamatan aktivitas masyarakat dan pengelolaan lingkungan.

Peserta Pelajari Mitigasi dan Tahapan Penanggulangan Bencana

Materi manajemen bencana disampaikan Muhammad Rizky Al Amin dan M. Rafly dari UKM PA Leuser USK. Pembahasan mencakup jenis dan ancaman bencana, risiko, kerentanan, kapasitas masyarakat, hingga mitigasi serta kesiapsiagaan.

Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai tahapan prabencana, tanggap darurat, dan pascabencana. Mereka diperkenalkan pada pentingnya perencanaan tanggap darurat, peringatan dini, dan pemanfaatan sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar.

“Bencana bukan hanya tentang ancaman yang ada, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mampu menangani dampaknya. Ketika masyarakat tidak lagi mampu mengatasi dampak tersebut dengan kapasitas yang dimiliki, di situlah risiko bencana dapat berkembang menjadi persoalan yang serius,” ujar Muhammad Rizky Al Amin dalam siaran pers tersebut.

Simulasi Penyelamatan Korban di Perairan

Selain pembelajaran di kelas, peserta mengikuti praktik water rescue atau penyelamatan di air. Materi dan praktik arung jeram disampaikan Abdoel Hadi dari HAkA.

Dalam sesi ini, peserta mempelajari teknik mendayung, pengenalan teknik berenang agresif dan defensif, serta penanganan orang yang tidak bisa berenang. Pelatihan juga mencakup simulasi penjemputan korban yang terjebak di tengah banjir menggunakan perahu dan perlengkapan keselamatan.

Simulasi tersebut menekankan pentingnya koordinasi, pemahaman kondisi arus, dan keselamatan penolong maupun korban. Keterampilan yang diperkenalkan diharapkan dapat mendukung kesiapsiagaan warga yang beraktivitas di sekitar sungai.

Observasi Jalur Sungai dan Potensi Ekowisata

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan observasi jalur sungai dan lingkungan sekitar Desa Agusen. Peserta mengamati kondisi kawasan untuk mengenali potensi ekowisata sekaligus mempertimbangkan risiko dalam pemanfaatan ruang alam.

Menurut penyelenggara, pengenalan jalur menjadi bagian dari upaya mendorong kegiatan wisata alam yang memperhatikan keselamatan pengunjung dan kelestarian lingkungan.

Melalui kolaborasi ini, UKM PA Leuser USK dan HAkA berharap anggota LPHD Gembulo memiliki bekal tambahan dalam menghadapi situasi darurat sekaligus menjalankan peran dalam pengelolaan hutan desa dan potensi wisata alam secara berkelanjutan.

Sumber: Siaran pers UKM PA Leuser USK, diterima redaksi 18 Oktober 2026. Foto: Dokumentasi kegiatan UKM PA Leuser USK dan HAkA.


Penulis: Muhamad Rizky Al Amin
Editor: Azlan Shah