JAKARTA, Kamis, 26 Maret 2026, 10.40 WIB — PT BSA Logistics Indonesia Tbk dengan kode saham WBSA resmi memasuki masa penawaran awal atau bookbuilding pada 25–27 Maret 2026. Bagi investor ritel, fase ini menjadi penanda awal sebelum penawaran umum dan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia pada April mendatang.
Dalam dokumen e-IPO dan keterbukaan informasi yang dikutip ANTARA, perseroan menawarkan sebanyak-banyaknya 1,8 miliar saham baru atau setara 20,75 persen modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Kisaran harga penawaran awal dipatok Rp 150 hingga Rp 170 per saham, sehingga dana yang berpotensi dihimpun mencapai maksimal Rp 306 miliar. Jadwal penawaran umum direncanakan pada 1–8 April 2026, distribusi elektronik 9 April, dan pencatatan di BEI pada 10 April 2026.
Berdasarkan prospektus awal, sebagian besar dana hasil IPO akan dipakai untuk akuisisi PT Bermuda Inovasi Logistik, sedangkan sisanya disiapkan sebagai modal kerja dan penguatan operasional. Perseroan pada intinya mengarahkan dana baru itu untuk memperkuat kapasitas layanan logistik dan kelangsungan ekspansi usaha.
Dari sudut pandang pembaca Sumatra, WBSA punya jejak operasional yang relevan karena perusahaan ini menampilkan kantor cabang di Medan Belawan, Sumatera Utara, dan Siak, Riau, serta menyebut layanan pengiriman domestik ke seluruh Indonesia. Itu berarti perkembangan emiten ini bukan hanya isu pasar modal Jakarta, tetapi juga berkaitan dengan denyut logistik barang di wilayah Sumatra.
Secara profil usaha, BSA Logistics bergerak di angkutan multimoda, pergudangan, penyimpanan, cold storage, dan angkutan barang. Perusahaan juga menyebut memiliki fasilitas pergudangan lebih dari 150.000 meter persegi di lokasi strategis. Latar ini menjelaskan mengapa emiten tersebut masuk sektor transportasi dan logistik dalam pipeline e-IPO tahun 2026.
Bagi calon investor, fase saat ini masih tahap bookbuilding sehingga harga final belum ditetapkan. Karena itu, keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada pembacaan prospektus, jadwal resmi, dan profil penggunaan dana, bukan semata pada sentimen bahwa WBSA menjadi salah satu IPO awal tahun 2026.






