TAPANULI SELATAN, Jumat, 22 Mei 2026, 13.30 WIB — Jembatan darurat di Kampung Cemara, Desa Bandar Tarutung, Kecamatan Angkola Sangkunur, Tapanuli Selatan, amblas setelah dihantam banjir, membuat akses keluar-masuk warga kembali terganggu meski genangan mulai surut.
Banjir yang melanda kawasan tersebut menyisakan kerusakan infrastruktur dan tumpukan lumpur di sejumlah titik permukiman. Jembatan darurat yang rusak sebelumnya menjadi akses penting warga setelah banjir bandang pada akhir 2025 merusak jalur utama desa.
Data sementara menyebut jembatan darurat itu memiliki panjang sekitar tujuh meter dan lebar lima meter. Sejumlah ruas jalan utama juga masih tertutup lumpur, dengan ketebalan di beberapa titik dilaporkan mencapai sekitar satu meter.
Kepala Desa Bandar Tarutung, H. Sulhan Sihombing, mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Jembatan darurat di Kampung Cemara amblas dihantam air bah akibat hujan deras yang melanda wilayah ini,” ujarnya.
Dampak langsung dirasakan warga yang baru kembali dari lokasi pengungsian. Aktivitas membersihkan rumah, membawa kebutuhan pokok, dan melintasi jalur antarpermukiman menjadi lebih lambat karena akses jalan belum sepenuhnya pulih.
Desa Bandar Tarutung disebut semakin rawan banjir karena sedimentasi di bantaran Sungai Batang Toru. Kondisi itu membuat permukaan sungai cepat naik saat hujan deras, terlebih setelah tanggul yang mengarah ke permukiman warga jebol dan membentuk aliran baru.
Pemerintah desa berharap normalisasi sedimentasi Sungai Batang Toru segera dilakukan agar banjir tidak terus berulang. Warga juga diminta menghindari melintas di titik jembatan rusak dan menunggu arahan petugas setempat saat hujan kembali turun.






