Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Tapanuli Utara Target Relokasi 70 Huntap pada Mei

103 unit rumah tetap masih dalam tahap percepatan

Huntap Tapanuli Utara (Prabowo Subianto)
Huntap Tapanuli Utara (Prabowo Subianto)

TAPANULI UTARA, Jumat, 24 April 2026, 00.45 WIB — Percepatan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak bencana di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, Tapanuli Utara, terus didorong. BNPB menyebut 70 unit tahap awal ditargetkan rampung pada Mei 2026 agar relokasi warga bisa segera dimulai.

Kepala BNPB Suharyanto meninjau langsung progres fisik 103 unit huntap yang dibangun melalui kolaborasi dengan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dari total itu, 70 unit masuk target penyelesaian tahap awal, sedangkan 33 unit lain masih dalam proses pembangunan lanjutan.

Pemprov Sumatra Utara juga menyatakan percepatan pembangunan huntap dilakukan di lima kabupaten/kota, yakni Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Sibolga, dan Langkat. Gubernur Sumut Bobby Nasution menyebut percepatan validasi data penerima manfaat menjadi salah satu langkah strategis agar realisasi di lapangan tidak tertahan administrasi.

Baca Juga:  Banjir Sumatra Belum Ditetapkan sebagai Bencana Nasional

Bagi warga Tapanuli Utara, percepatan huntap berarti kepastian untuk keluar dari masa transisi pascabencana. Relokasi ke rumah tetap akan memengaruhi banyak hal: keamanan tempat tinggal, keberlanjutan sekolah anak, pemulihan aset rumah tangga, hingga kemampuan keluarga memulai kembali aktivitas ekonomi dari lingkungan yang lebih stabil.

Secara regional, percepatan huntap di Tapanuli Utara menjadi bagian dari penanganan lebih luas di Sumatra Utara. Sebelumnya, Satgas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi telah menyerahkan 120 unit huntap tahap pertama di Tapanuli Selatan. Data itu menunjukkan pemerintah sedang mendorong penanganan yang lebih seragam antardaerah terdampak, meski kecepatan lapangan tetap bergantung pada validasi dan kesiapan lokasi.

Baca Juga:  Sumut Sumbang Medali di Kejuaraan Atletik Asia Tenggara

Agenda berikutnya ialah menuntaskan 70 unit tahap awal, memastikan data penerima benar-benar final, dan menyiapkan relokasi yang tertib. Warga membutuhkan kepastian jadwal serah terima, akses utilitas dasar, serta pendampingan agar perpindahan ke huntap tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga berfungsi sebagai pemulihan sosial yang utuh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *