Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Aceh Besar Dapat 250 Hektare Sawah Baru

Program APBN disiapkan untuk menambah luas tanam petani

Ilustrasi sawah Sulsel
Ilustrasi sawah Sulsel

ACEH BESAR, Jumat, 17 April 2026, 10.33 WIB — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dipastikan mendapat bantuan cetak sawah baru seluas 250 hektare pada 2026. Program yang dibiayai APBN itu disiapkan untuk memperluas areal tanam, mendorong produktivitas padi, dan memperkuat pasokan pangan bagi warga.

Pemerintah daerah menyebut bantuan tersebut merupakan usulan Pemkab Aceh Besar yang telah disetujui Kementerian Pertanian. Saat ini tahapan survey investigation and design atau uji kelayakan teknis telah selesai, sehingga fokus berikutnya bergeser pada kesiapan pelaksanaan di lapangan. Di tingkat provinsi, Balai Besar Perakitan Modernisasi Pertanian Aceh juga telah mengikuti rapat kerja percepatan konstruksi cetak sawah tahun anggaran 2026 untuk memastikan kontrak dan tahapan program berjalan tepat waktu.

Bagi warga, tambahan 250 hektare sawah baru berarti peluang perluasan musim tanam sekaligus potensi kenaikan produksi gabah. Dampaknya tidak hanya dirasakan petani pemilik lahan, tetapi juga buruh tani, pelaku jasa alsintan, hingga pedagang sarana produksi pertanian di tingkat kecamatan. Dalam konteks Aceh Besar yang masih menjadi salah satu lumbung pangan di sekitar Banda Aceh, penambahan lahan produksi dapat membantu menjaga stabilitas pasokan beras lokal.

Baca Juga:  Aceh Besar Salurkan Daging Meugang untuk 905 KK

Plt Kepala Dinas Pertanian Aceh Besar, M Ali, mengatakan, “Cetak sawah ini merupakan wujud komitmen pemerintah pusat untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan produktivitas guna mendukung program ketahanan pangan nasional.” Ia juga menegaskan program tersebut murni bersumber dari APBN, bukan dari anggaran daerah.

Secara teknis, cetak sawah bukan sekadar membuka lahan. Tahapannya mencakup kelayakan lahan, tata air, kesiapan konstruksi, dan penataan administrasi agar sawah yang dibangun benar-benar dapat ditanami secara berkelanjutan. Karena itu, hasil uji teknis menjadi penentu penting sebelum pekerjaan fisik dimulai. BRMP Aceh menekankan seluruh tahapan harus tepat waktu, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan.

Baca Juga:  Gempa M4,5 Guncang Banda Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Ke depan, yang perlu diawasi ialah jadwal konstruksi, kesiapan jaringan air, dan pendampingan petani setelah sawah baru terbentuk. Tanpa dukungan irigasi, benih, serta penyuluhan, penambahan luas baku sawah berisiko tidak segera berbuah pada panen. Untuk warga, agenda berikutnya adalah memantau lokasi final, waktu pelaksanaan, dan skema pendampingan pertanian yang akan diumumkan pemerintah daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *