Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Bener Meriah Percepat Jembatan Wih Porak

Pengerasan lahan dikebut, jalur darurat tetap dibuka untuk warga

Jembatan Wih Porak Bener Meriah (RRI)
Jembatan Wih Porak Bener Meriah (RRI)

BENER MERIAH, Kamis, 16 April 2026, 08.00 WIB — Pembangunan jembatan rangka baja di Sungai Wih Porak, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, dipercepat setelah akses penghubung sempat lumpuh akibat luapan sungai pada awal April. Proyek ini penting karena jalur tersebut menjadi lintasan warga dan logistik menuju wilayah tengah Aceh.

Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera menyatakan pekerjaan berjalan sesuai jadwal. Kepala Pos Komando Wilayah Aceh Safrizal Zakaria Ali meninjau langsung pengerasan lahan yang akan menjadi fondasi jembatan rangka baja sepanjang 40 meter itu. Menurut dia, kematangan lahan menjadi kunci agar struktur memiliki daya tahan maksimal di kawasan yang berulang kali terdampak banjir luapan.

Konteks lokalnya tidak kecil. Jalan Wih Porak sebelumnya kembali tertutup lumpur setelah hujan deras menaikkan debit sungai pada Minggu, 5 April 2026. Posko Penanganan Bencana Bener Meriah menyebut jalur itu merupakan akses alternatif dari Bireuen menuju Bener Meriah dan Aceh Tengah, sehingga gangguan beberapa jam saja langsung berdampak pada antrean kendaraan dan distribusi barang. Jalan baru bisa kembali dilalui sekitar pukul 02.00 WIB setelah pembersihan dengan empat alat berat.

Baca Juga:  Lhokseumawe Tertinggi dalam Tingkat Pengangguran di Aceh 2024

Safrizal mengatakan mobilitas warga sementara ini ditopang jembatan darurat berbasis rangkaian kontainer yang masih dinilai aman dilintasi. Kontainer cadangan juga disiagakan di sekitar lokasi untuk antisipasi bila muncul kendala baru. Langkah ini penting agar perbaikan permanen tidak justru memutus arus harian masyarakat, terutama kendaraan pengangkut kebutuhan pokok dan layanan publik.

Baca Juga:  Konflik Lahan Memanas, T. Ridwan vs PT Mifa di Aceh

Selain Wih Porak, Satgas PRR juga memantau Jembatan Bailey Umah Besi di Kecamatan Gajah Putih yang mengalami kerusakan struktur akibat beban tonase berlebih. Pemerintah pusat disebut sedang dikoordinasikan untuk pengiriman material Armco guna memperkuat jembatan darurat saat pembongkaran dan perbaikan total dilakukan. Artinya, pemulihan di Bener Meriah tidak berhenti pada satu titik, melainkan diarahkan untuk menjaga konektivitas lintas kabupaten tetap terjaga.

Bagi warga, percepatan proyek ini berarti lebih dari sekadar pembangunan fisik. Jalur yang pulih akan memangkas risiko keterlambatan distribusi logistik, biaya angkut yang membengkak, dan gangguan perjalanan antardaerah. Di wilayah pegunungan yang rentan cuaca ekstrem, kepastian akses jalan dan jembatan juga menentukan kecepatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga evakuasi ketika bencana kembali terjadi. Ini sebabnya pemerintah menempatkan solusi teknis cepat sebagai prioritas pada titik rawan di lintasan Bener Meriah.

Baca Juga:  Trans Koetaradja Kembali Beroperasi di Banda Aceh & Sekitarnya, Sempat Stop 2,5 Bulan

Langkah berikutnya adalah memastikan fondasi selesai tepat waktu, pemasangan rangka baja berjalan aman, dan pengawasan tonase kendaraan diperketat agar kerusakan serupa tidak berulang di jembatan lain. Warga yang melintas diimbau tetap mematuhi pengaturan petugas di lapangan, terutama saat hujan deras atau pekerjaan konstruksi berlangsung, karena perubahan kondisi sungai masih dapat memengaruhi akses dalam waktu singkat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *