LAMPUNG SELATAN, Rabu, 20 Mei 2026 13.30 WIB — Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Lampung Selatan mencatat 37 kasus kebakaran sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026, dengan rumah tinggal sebagai kejadian terbanyak dan Jati Agung menjadi kecamatan paling sering terdampak.
Data Damkarmat Lampung Selatan menunjukkan 18 dari 37 kebakaran terjadi pada rumah warga. Selain rumah tinggal, kejadian juga menyasar gudang minyak, pabrik kopra, bank sampah, bus penumpang, dan bangunan pondok pesantren.
Kecamatan Jati Agung menjadi wilayah dengan kasus tertinggi, yakni tujuh kejadian. Kalianda dan Natar masing-masing mencatat lima kejadian. Sebaran ini menjadi perhatian karena menyangkut kawasan permukiman, pusat aktivitas warga, dan jalur ekonomi lokal.
Rully Fikriansyah, Kepala Bidang Damkarmat Lampung Selatan, mengatakan, “Dari total 37 kasus kebakaran yang kami tangani hingga pertengahan Mei 2026, sebanyak 18 di antaranya merupakan kebakaran rumah warga.”
Selain pemadaman, Damkarmat juga menangani 265 operasi penyelamatan non-kebakaran. Kasus terbanyak adalah evakuasi sarang tawon sebanyak 161 kejadian dan penanganan ular sebanyak 58 kejadian, yang banyak dilaporkan dari kawasan permukiman.
Dampak kebakaran tidak hanya berupa kerugian bangunan, tetapi juga gangguan aktivitas keluarga, pelaku usaha kecil, dan layanan sosial. Rumah, kendaraan, gudang usaha, dan fasilitas pendidikan yang terbakar dapat membuat warga kehilangan tempat tinggal atau sumber penghasilan.
Apa berikutnya, Damkarmat meminta warga rutin memeriksa instalasi listrik, kompor, tabung gas, dan sumber api sebelum meninggalkan rumah. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga melanjutkan sosialisasi pencegahan kebakaran di sekolah dan masyarakat pada 17 kecamatan.






