TAKENGON, Selasa, 7 April 2026, 07.15 WIB — Banjir bandang susulan kembali menerjang Kabupaten Aceh Tengah setelah hujan deras mengguyur wilayah itu pada Senin, 6 April 2026. Dua jembatan darurat ambruk dan satu desa di Kecamatan Silih Nara kembali terisolasi, sehingga akses warga dan distribusi kebutuhan harian terganggu.
Peristiwa ini memperpanjang rangkaian gangguan infrastruktur di Aceh Tengah yang sejak akhir 2025 beberapa kali terdampak bencana hidrometeorologi. Titik terdampak terbaru berada pada jalur penghubung warga di kawasan permukiman dan desa yang mengandalkan jembatan darurat sebagai akses utama.
Data awal yang dihimpun menyebut belum ada korban jiwa maupun pengungsi hingga laporan terbaru, tetapi dua jembatan darurat roboh diterjang arus dan satu desa di Silih Nara kembali terputus karena badan jalan serta jembatan miring terbawa arus. BPBD Aceh Tengah juga telah mengerahkan dua unit alat berat ke lokasi.
Bahron Bakti, Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, “Saat ini hujan masih terjadi dan debit air masih sangat deras. BPBD menerjunkan petugas TRC PB guna mengantisipasi kemungkinan hal-hal buruk terjadi.”
Bagi warga, dampak paling terasa adalah terganggunya mobilitas menuju sekolah, kebun, pasar, dan layanan kesehatan dasar. Di wilayah pegunungan seperti Aceh Tengah, putusnya jembatan darurat bisa segera berimbas pada ongkos angkut hasil pertanian dan waktu tempuh warga yang harus memutar ke jalur lain. Ini menjadi perhatian penting karena banyak keluarga bergantung pada akses harian antardesa. Berdasarkan laporan lapangan, petugas masih fokus membuka kembali jalur yang tertutup material dan mengamankan titik rawan.
Latar belakang bencana ini juga tidak bisa dilepaskan dari cuaca basah yang masih memengaruhi banyak wilayah Sumatra pada awal April. BMKG dalam prospek hujan sepekan menyebut dinamika atmosfer pada masa peralihan masih meningkatkan potensi hujan di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk kawasan yang rawan banjir dan longsor.
Langkah berikutnya yang paling dibutuhkan warga adalah pemulihan akses sementara, pemetaan ulang titik jembatan darurat yang rawan, serta informasi lalu lintas desa dari pemerintah kabupaten. Warga di sekitar bantaran sungai dan lereng diminta membatasi aktivitas saat hujan deras masih berlangsung dan mengikuti arahan BPBD setempat.






