Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner
Bisnis  

Investor Jambi Bertambah 36.480, OJK Ingatkan Waspada

Minimnya literasi bisa membuka ruang penipuan berkedok investasi

Investor Jambi (RDNE Stock project)
Investor Jambi (RDNE Stock project)

JAMBI, Selasa, 7 April 2026, 09.35 WIB — Jumlah investor pasar modal di Jambi bertambah 36.480 orang pada Januari hingga Februari 2026. Pertumbuhan ini menunjukkan minat investasi makin tinggi, tetapi OJK mengingatkan masyarakat tetap waspada terhadap penipuan dan tawaran investasi bodong yang menyasar investor pemula.

Data Bursa Efek Indonesia perwakilan Jambi menunjukkan total investor ber-KTP Jambi saat ini mencapai 239.609 orang. Peningkatan itu didorong oleh edukasi pasar modal, kehadiran galeri investasi di kampus, dan kampanye digital yang menjangkau kelompok milenial serta generasi Z. Perkembangan ini menandakan investasi makin diterima sebagai bagian dari perencanaan keuangan masyarakat daerah.

Namun di tengah pertumbuhan tersebut, OJK Jambi mencatat 71 laporan investasi bodong dan 198 laporan pinjaman online ilegal pada periode Januari 2025 sampai Januari 2026. OJK menekankan masyarakat harus berpegang pada prinsip 2L, yakni legal dan logis, sebelum menaruh dana di suatu instrumen atau platform. Setiap penawaran dengan imbal hasil tinggi yang tidak masuk akal perlu dicurigai sejak awal.

Baca Juga:  Gunung Kerinci Alami Unrest, Pendaki Diminta Tunda Aktivitas

Rena Novita, Kepala Kantor Perwakilan BEI Jambi, menjelaskan pertumbuhan investor daerah tak lepas dari intensitas literasi dan sosialisasi pasar modal. Sementara OJK Jambi menegaskan bahwa masyarakat dapat melapor melalui kanal resmi, termasuk layanan 157 dan sistem SIPASTI, bila menemukan dugaan investasi ilegal.

Bagi pembaca Sumatra, kabar dari Jambi ini mencerminkan tren yang lebih luas. Minat masyarakat terhadap investasi meningkat, tetapi literasi belum tentu tumbuh secepat jumlah pembukaan rekening. Di kota-kota regional, investasi kini bukan lagi isu kelompok elite, melainkan sudah masuk ke percakapan pekerja muda, ASN, pelaku UMKM, hingga ibu rumah tangga. Karena itu, pengawasan dan edukasi harus berjalan beriringan agar pertumbuhan investor tidak diikuti lonjakan korban penipuan.

Baca Juga:  Anak Haji Isam Akuisisi 15% Saham KFC Indonesia, Perkuat Bisnis Ayam Terintegrasi

Apa berikutnya, BEI dan OJK akan terus mendorong edukasi investor pemula sembari menutup ruang promosi ilegal. Bagi warga Jambi dan Sumatra pada umumnya, pesan utamanya sederhana: antusiasme berinvestasi boleh tumbuh, tetapi keputusan tetap harus didasarkan pada legalitas, logika, dan pemahaman risiko.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *