BANDA ACEH – Pemerintah Kota Banda Aceh menggelar Gerakan Pangan Murah pada 13–14 Agustus 2026 dengan menyediakan total 2.000 paket kebutuhan pokok bagi masyarakat.
Kegiatan pertama dilaksanakan di Masjid Tgk Dianjong, Gampong Peulanggahan, Kamis. Pelaksanaan kedua berlangsung di Kompleks Bapperis, Gampong Peuniti, Jumat, 14 Agustus 2026. Masing-masing lokasi mendapat alokasi 1.000 paket.
Paket yang disediakan terdiri atas beras lima kilogram, minyak goreng dua liter, gula pasir dua kilogram, dan satu papan telur ayam.
Dinas Pangan, Pertanian, Kelautan dan Perikanan Kota Banda Aceh mencantumkan harga beras Rp60.000, minyak goreng dua liter Rp38.000, gula Rp30.000, dan telur Rp40.000. Satu paket dijual Rp168.000. Warga diwajibkan membawa KTP Banda Aceh saat melakukan pembelian.
Program tersebut digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pemerintah kota juga menempatkan Gerakan Pangan Murah sebagai upaya membantu masyarakat mendapatkan bahan pangan dengan harga lebih terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga.
Bahan pangan seperti beras, minyak goreng, gula, dan telur merupakan komoditas yang memiliki porsi langsung dalam pengeluaran rumah tangga. Perubahan harga pada empat komoditas tersebut dapat cepat dirasakan masyarakat.
Karena itu, pasar murah dapat menjadi intervensi jangka pendek ketika pemerintah ingin memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok.
Pelaksanaan kegiatan di dua lokasi juga memberi pilihan akses bagi warga dari kawasan berbeda di Banda Aceh.
Bagi masyarakat, informasi mengenai persyaratan KTP penting diperhatikan karena program tersebut ditujukan khusus bagi warga Kota Banda Aceh.
Gerakan Pangan Murah menjadi salah satu agenda pelayanan publik menjelang 17 Agustus sekaligus instrumen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat.






