Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Sekolah Rawan Longsor di Aceh Singkil Dapat Rp3,5 Miliar untuk Relokasi

SDN UPT XVIII Mukti Harapan akan dipindahkan karena lokasi sekolah masih berada di zona rawan bencana.

Relokasi sekolah Aceh Singkil
Relokasi sekolah Aceh Singkil

ACEH SINGKIL – SDN UPT XVIII Mukti Harapan di Kecamatan Singkohor, Kabupaten Aceh Singkil, mendapat bantuan Rp3,5 miliar dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk pembangunan sekolah baru. Relokasi dilakukan karena lokasi sekolah saat ini masih berada di kawasan yang dinilai rawan bencana.

Kondisi tersebut berkaitan dengan longsor yang sebelumnya merusak fasilitas sekolah. Pada November 2025, empat ruang kelas dilaporkan amblas akibat tanah longsor. Kerusakan itu membuat keamanan lokasi menjadi salah satu persoalan utama dalam keberlanjutan kegiatan belajar mengajar.

Upaya pemulihan sebenarnya telah berjalan. Pada akhir Juli 2026, sekolah tersebut telah memperoleh ruang kelas baru melalui kolaborasi Kemendikdasmen dan Muhammadiyah Disaster Management Center. Fasilitas itu dibangun untuk mendukung kegiatan belajar setelah kerusakan akibat longsor pada 2025.

Baca Juga:  Karhutla Membakar Sekitar 20 Hektare Lahan di Dua Kecamatan Aceh Besar

Namun, bantuan terbaru senilai Rp3,5 miliar menunjukkan penanganan tidak berhenti pada penyediaan ruang kelas pengganti. Pemerintah kini mengarah pada pembangunan sekolah baru di lokasi yang lebih aman.

Relokasi menjadi langkah penting karena kerawanan bencana tidak dapat diselesaikan hanya dengan memperbaiki bangunan apabila kondisi tapak masih memiliki risiko pergerakan tanah.

Pemilihan lokasi sekolah baru karena itu perlu mempertimbangkan keamanan lahan, akses siswa, drainase, kondisi topografi, serta hubungan sekolah dengan permukiman yang dilayaninya.

Baca Juga:  Bupati Aceh Singkil Pimpin Upacara Hari Kesaktian Pancasila

Bagi masyarakat di wilayah pedalaman Singkohor, keberadaan sekolah yang aman juga menentukan keberlangsungan pendidikan ketika cuaca buruk atau bencana terjadi.

Pembangunan baru diharapkan dapat memberi kepastian kepada siswa dan guru bahwa proses belajar tidak lagi berlangsung di lokasi yang memiliki tingkat risiko serupa.

Program ini sekaligus menjadi bagian dari pemulihan fasilitas pendidikan di Aceh Singkil setelah sejumlah wilayah terdampak bencana dalam beberapa tahun terakhir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *