GemaSumatra.com – Sumatera Selatan menjadi pusat konsentrasi titik panas di Pulau Sumatera setelah BMKG mendeteksi 1.378 hotspot di provinsi tersebut pada Senin, 21 September 2026.
Jumlah itu setara sekitar 67 persen dari total 2.056 hotspot yang terpantau di seluruh Sumatera hingga pukul 07.00 WIB. Dengan demikian, sekitar dua dari setiap tiga hotspot yang terdeteksi berada di Sumatera Selatan.
Di luar Sumsel, sebaran terbanyak tercatat di Jambi dengan 259 titik, Bangka Belitung 246 titik, dan Lampung 120 titik. Riau tercatat 22 titik, Kepulauan Riau 21 titik, Bengkulu lima titik, Sumatera Utara tiga titik, serta Sumatera Barat dua titik.
Prakirawan BMKG Pekanbaru Gita Dewi S menyampaikan data tersebut dalam pembaruan pemantauan hotspot wilayah Sumatera. Titik panas merupakan indikator yang digunakan untuk membantu mengidentifikasi area dengan peningkatan suhu permukaan dan perlu diverifikasi lebih lanjut di lapangan.
Konsentrasi hotspot yang sangat besar di Sumsel membuat provinsi tersebut menjadi wilayah yang paling menonjol dalam pemantauan hari itu. Data ini juga menunjukkan bahwa persoalan titik panas tidak hanya terkonsentrasi di Riau, yang selama ini kerap menjadi sorotan saat musim karhutla.
Di Riau sendiri, delapan hotspot terpantau di Indragiri Hulu dan lima di Indragiri Hilir. Bengkalis serta Pelalawan masing-masing mencatat tiga titik, Dumai dua titik, dan Rokan Hulu satu titik.
Pemantauan hotspot menjadi salah satu instrumen awal dalam mitigasi kebakaran hutan dan lahan, terutama ketika kondisi kering meningkatkan risiko munculnya kebakaran baru.
Baca juga: BMKG: Hujan Sedang Masih Berpotensi Guyur 8 Wilayah Sumsel pada 23 September.
Sumber: ANTARA dan Media Center Riau, 21 September 2026. Foto ilustrasi: Margaret Giatras/Unsplash.






