GemaSumatra.com – Analisis pemetaan Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi memperkirakan luas area yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan di Jambi mencapai sekitar 33.180 hektare.
Kebakaran di kawasan Taman Nasional Berbak dan Sembilang menjadi perhatian karena melanda ekosistem gambut yang lebih sulit dipadamkan ketika kondisi kering.
Warsi menyebut kebakaran pada lanskap gambut dapat bergerak di bawah permukaan dan muncul kembali di lokasi lain.
Sebaran karhutla melintasi berbagai fungsi kawasan
Berdasarkan analisis spasial Warsi, kebakaran teridentifikasi pada hutan produksi sekitar 13.301 hektare, hutan produksi terbatas 6.203 hektare, area penggunaan lain 5.934 hektare, taman nasional 5.056 hektare, taman hutan raya 1.800 hektare, dan hutan lindung 886 hektare.
Secara wilayah, area terbakar terbesar teridentifikasi di Sarolangun dan Tebo, disusul Batang Hari serta Tanjung Jabung Timur.
Verifikasi lapangan tetap diperlukan
Warsi menegaskan data pemetaan perlu digunakan sebagai bahan pengawasan dan pencegahan. Temuan spasial tidak dapat langsung digunakan untuk menyimpulkan pihak atau sumber penyebab kebakaran tanpa verifikasi lapangan.
Penguatan pengelolaan gambut, penjagaan sumber air, serta edukasi pengelolaan lahan tanpa bakar dinilai penting untuk menekan risiko kebakaran berulang.
Baca juga: Karhutla Sumatra Masih Jadi Perhatian, BMKG Catat 1.485 Hotspot di Sumsel.
Sumber: ANTARA Jambi, 25 September 2026.






