NAGAN RAYA – Pemerintah Kabupaten Nagan Raya mulai memproses rehabilitasi 55 hektare areal persawahan yang terdampak banjir bandang di Kecamatan Beutong Ateuh Banggalang. Pekerjaan direncanakan melalui skema swakelola bersama kelompok tani setempat.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Pertanian Kabupaten Nagan Raya, Marzuki, mengatakan pada Rabu (7/10/2026) bahwa lahan yang ditangani pada tahap ini berada dalam kategori rusak ringan hingga sedang.
Pekerjaan rehabilitasi meliputi pengupasan atau penataan kembali lahan dan pembuatan pematang sawah. Pemerintah daerah menargetkan lahan tersebut dapat kembali dimanfaatkan petani untuk kegiatan produksi.
Pelibatan kelompok tani melalui skema swakelola juga diarahkan agar proses pemulihan lahan memberi dampak ekonomi langsung bagi petani yang sebelumnya terdampak bencana.
Selain 55 hektare lahan tersebut, terdapat sekitar 50 hektare sawah dengan kategori rusak berat. Pemkab Nagan Raya memperkirakan kebutuhan penanganannya dapat mencapai sekitar Rp300 juta per hektare dan telah mengajukan dukungan kepada pemerintah pusat untuk penanganan pada tahun berikutnya.
Pemerintah daerah juga menangani lahan terdampak atau terlantar di Blang Baro Rambong, Kecamatan Beutong. Upaya tersebut merupakan bagian dari pemulihan sektor pertanian setelah banjir bandang yang terjadi pada 26 November 2025.
Pemulihan areal sawah dinilai penting karena menyangkut keberlanjutan produksi pangan sekaligus sumber pendapatan rumah tangga petani. Pemerintah kabupaten menyatakan akan terus mengupayakan dukungan agar lahan pertanian yang terdampak dapat kembali berfungsi.
Baca juga: Dua Jembatan di Nagan Raya Dibangun Kembali Pascabanjir | Bantuan Rumah Rusak Berat Pascabencana Aceh Naik Jadi Rp70 Juta
Sumber informasi: ANTARA News Aceh, 7 Oktober 2026.






