Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Petani Aceh Tamiang Panen Cabai Perdana Pascabanjir di Lahan 1,8 Hektare

Ilustrasi tanaman cabai di lahan pertanian

GEMASUMATRA.COM, ACEH TAMIANG — Kelompok Tani Tunas Muda di Kampung Tanjung Seumantoh, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, menggelar panen cabai perdana setelah lahan pertanian mereka terdampak banjir besar tahun lalu.

Kegiatan panen berlangsung di lahan seluas 1,8 hektare. Pemulihan lahan didukung melalui Program Pengembangan dan Pelibatan Masyarakat Pertamina EP Rantau Field.

Pemulihan lahan dan sarana produksi

Program pemulihan mencakup restorasi lahan, penyediaan sarana produksi pertanian, serta bantuan 6.000 bibit cabai dan 500 bibit tomat. Dukungan tersebut diarahkan agar petani dapat kembali menanam dan memperoleh pendapatan setelah bencana.

Panen turut dihadiri Wakil Bupati Aceh Tamiang Ismail, jajaran Pertamina EP Rantau Field, dan unsur Dinas Pertanian Aceh Tamiang.

Pemerintah daerah menilai pemulihan sektor pertanian penting karena banyak rumah tangga di wilayah tersebut menggantungkan penghasilan dari kegiatan budidaya. Pertanian juga dipandang sebagai salah satu bagian dari pemulihan ekonomi masyarakat pascabencana.

Ketahanan pangan menjadi perhatian

Pertamina EP Rantau Field menyatakan sektor pertanian menjadi salah satu prioritas dalam program pemulihan masyarakat di sekitar wilayah operasional. Pendampingan diharapkan tidak berhenti pada tahap pemulihan lahan, tetapi juga membantu keberlanjutan produksi petani.

Panen perdana ini menjadi penanda bahwa sebagian lahan yang sebelumnya terdampak banjir telah kembali produktif. Selanjutnya, keberlanjutan hasil akan bergantung pada perawatan tanaman, kondisi cuaca, ketersediaan sarana produksi, serta akses pasar.

Upaya menjaga produksi cabai juga relevan bagi stabilitas pasokan pangan daerah, mengingat komoditas hortikultura kerap mengalami fluktuasi harga ketika pasokan terganggu.

Sumber informasi: ANTARA, 2 Oktober 2026. Foto ilustrasi: Jeppe Vadgaard/Unsplash.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *