GEMASUMATRA.COM, SOLOK — Sebanyak 542 warga terdampak banjir bandang di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, masih bertahan di lokasi pengungsian hingga pemutakhiran data terakhir pada Rabu (30/9/2026) malam.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan para penyintas masih membutuhkan pemenuhan kebutuhan dasar secara berkelanjutan karena sebagian rumah mengalami kerusakan dan akses di sejumlah titik belum sepenuhnya pulih.
Dampak korban dan kerusakan
Banjir bandang terjadi setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut pada Senin (21/9) malam. Berdasarkan data BNPB, bencana itu menyebabkan dua orang meninggal dunia, dua orang luka berat, dan 12 orang mengalami luka ringan.
Kerusakan pada permukiman mencakup 18 rumah rusak berat, 11 rumah rusak sedang, 41 rumah rusak ringan, empat rumah terendam, serta tiga rumah yang terancam roboh.
Selain permukiman, banjir juga berdampak pada infrastruktur. Dua jembatan dilaporkan terputus dan sejumlah fasilitas umum lainnya masih dalam proses pendataan serta penanganan darurat.
Logistik dan layanan dasar dilanjutkan
BNPB bersama BPBD Kabupaten Solok dan unsur lintas sektor terus berkoordinasi untuk menjaga distribusi logistik kepada warga terdampak. Kebutuhan yang menjadi perhatian antara lain air bersih, makanan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan.
Penanganan masa tanggap darurat juga diarahkan pada pemulihan akses transportasi agar distribusi bantuan ke lokasi terdampak dapat berjalan lebih lancar.
Bagi warga di sekitar daerah terdampak, kewaspadaan terhadap hujan susulan tetap diperlukan, terutama di kawasan yang kondisi tanah dan infrastrukturnya belum stabil setelah banjir bandang.
Sumber informasi: ANTARA/BNPB, 2 Oktober 2026. Foto ilustrasi: Prabu Panji/Unsplash.






