Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

54 Paskibraka Bukittinggi Dijadwalkan Dikukuhkan 15 Agustus

Sebanyak 54 calon Paskibraka Bukittinggi dijadwalkan dikukuhkan pada 15 Agustus setelah menjalani pelatihan sejak 21 Juli 2026.

Paskibraka Bukittinggi 2026
Paskibraka Bukittinggi 2026

BUKITTINGGI – Sebanyak 54 calon anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Kota Bukittinggi dijadwalkan dikukuhkan pada Sabtu, 15 Agustus 2026, menjelang pelaksanaan upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Para pelajar tersebut terdiri atas 28 putra dan 26 putri yang sebelumnya lolos proses seleksi untuk bertugas pada upacara tingkat Kota Bukittinggi.

Pemusatan pendidikan dan pelatihan berlangsung sejak 21 Juli hingga 15 Agustus 2026. Peserta juga memasuki masa karantina Desa Bahagia pada 8–18 Agustus sebagai bagian dari persiapan sebelum dan setelah pelaksanaan upacara kemerdekaan.

Baca Juga:  Aceh–Riau: Baksos HUT TNI, 500 Paket Sembako

Pelatihan tidak hanya diarahkan pada kemampuan baris-berbaris dan tata upacara. Para peserta mendapat pembekalan mengenai Pancasila, kepemimpinan, kepribadian, ketahanan mental, dan kedisiplinan.

Pemkot Bukittinggi melibatkan instruktur dari berbagai unsur, antara lain TNI, Polri, Purna Paskibraka Indonesia, tenaga medis, serta psikolog.

Persiapan Paskibraka memiliki arti tersendiri bagi Bukittinggi karena kota tersebut memiliki posisi penting dalam sejarah perjuangan Indonesia. Dalam masa revolusi kemerdekaan, Bukittinggi pernah menjadi pusat Pemerintahan Darurat Republik Indonesia.

Baca Juga:  Police Women Run 2025 di Bukittinggi Diramaikan Ribuan Peserta dan Dua Kapolda

Tiga pelajar Bukittinggi juga telah dipilih untuk mengikuti Paskibraka tingkat Provinsi Sumatera Barat. Mereka adalah Fajar Jantan Padang Balak Harahap dari SMAN 2 Bukittinggi, Siti Zahira Wadi dari SMAN 1 Bukittinggi, serta Keysha Epprilya Fashla dari SMAN 5 Bukittinggi.

Setelah pengukuhan, anggota Paskibraka kota diproyeksikan menjalankan tugas utama saat pengibaran dan penurunan Merah Putih pada 17 Agustus 2026.

Baca Juga:  Hari Santri 2025 Diperingati di Riau–Sumbar–Lampung

Bagi para peserta, proses tersebut menjadi pengalaman pendidikan kebangsaan sekaligus tanggung jawab publik. Disiplin, koordinasi tim, dan kesiapan fisik menjadi penting karena seluruh rangkaian upacara harus dilaksanakan dalam waktu dan formasi yang telah ditentukan.

Karena sumber yang tersedia memuat jadwal pengukuhan 15 Agustus, bukan laporan hasil acara, GemaSumatra tidak menyatakan pengukuhan telah selesai hingga terdapat konfirmasi terbaru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *