BIREUEN, GemaSumatra.com – Pembangunan kembali Jembatan Teupin Mane di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, telah mencapai progres 99 persen. Infrastruktur penghubung jalur nasional Bireuen–Takengon itu ditargetkan dapat difungsikan pada November 2026, setelah terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025.
Pelaksana proyek dari PT Pembangunan Perumahan (Persero), Dian Permana, menyampaikan bahwa pekerjaan utama hampir selesai. Sejumlah bagian yang masih ditangani meliputi kanstin atau pembatas tepi jalan, trotoar, dan komponen pendukung lainnya.
Pekerjaan konstruksi dimulai sejak Januari 2026. Pada tahap akhir, pelaksana proyek melanjutkan penyelesaian bagian pendukung secara bertahap dengan mempertimbangkan situasi di lapangan.
Cuaca Menjadi Faktor yang Dipantau
Menurut keterangan pelaksana proyek yang diberitakan ANTARA pada Senin (26/10/2026), kondisi hujan dapat memengaruhi aktivitas konstruksi. Meski demikian, pelaksana menyebut tidak ada kendala besar di luar faktor cuaca.
Sebagian besar material pekerjaan didatangkan dari luar daerah. Mengenai besaran anggaran dan keseluruhan spesifikasi teknis jembatan, pelaksana proyek belum menyampaikan rincian karena informasi tersebut berada di luar kewenangannya.
Mendukung Akses Bireuen–Aceh Tengah
Penyelesaian jembatan ini menjadi bagian dari pemulihan hubungan transportasi antara kawasan pesisir Bireuen dan wilayah tengah Aceh. Ketersediaan jalur yang berfungsi penuh penting untuk mobilitas masyarakat serta pengangkutan barang melalui koridor tersebut.
Pelaksana juga menyebut peresmian direncanakan pada November, tetapi tanggal pastinya belum ditetapkan. Karena itu, target operasional masih bergantung pada penyelesaian dan kesiapan akhir pekerjaan, bukan berarti jembatan telah resmi dibuka.
Sumber informasi: ANTARA Aceh, 26 Oktober 2026. Foto unggulan merupakan ilustrasi jembatan, bukan foto proyek Teupin Mane; Ricardo Gomez Angel/Unsplash.






