[BANDA ACEH, Kamis, 30 Oktober 2025, WIB] — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BMKG menyiapkan operasi modifikasi cuaca (TMC) di Aceh bila dua bulan ke depan curah hujan meningkat. Langkah ini diambil untuk menekan potensi banjir akhir tahun sekaligus memperkuat kesiapsiagaan di tingkat kabupaten/kota dan gampong.
BNPB menilai tren hujan menuju November–Desember perlu diantisipasi sejak dini. Pemerintah daerah diminta menyiapkan rencana kontinjensi, posko siaga, serta memastikan pompa, logistik, dan jalur evakuasi berfungsi. Di sisi lain, BPBA dan BPBD kabupaten/kota terus memantau daerah rawan mengingat banjir sempat meluas di Aceh Jaya dan Aceh Barat pada Oktober.
BNPB menegaskan kesiapan TMC bersifat kondisional mengikuti prediksi hujan. “Jika prediksi BMKG menunjukkan hujan lebih lebat yang berpotensi banjir, maka kami laksanakan operasi modifikasi cuaca,” ujar Suharyanto, Kepala BNPB — “Dari atas curah hujan dikurangi, di bawah masyarakat dan peralatan disiapkan agar dampaknya bisa kita atasi.”
Bagi warga, pemerintah mengimbau membersihkan drainase lingkungan, menyimpan dokumen penting di tempat kedap air, dan memantau peringatan dini. UMKM di bantaran sungai disarankan menyiapkan relokasi sementara bila muka air naik; sekolah dan puskesmas meninjau kembali rencana evakuasi.
Sebagai latar, banjir Oktober berdampak pada ribuan warga di Aceh Jaya dan Aceh Barat. BMKG pada prospek cuaca mingguan juga memetakan peningkatan potensi hujan di berbagai wilayah Sumatra pada akhir Oktober hingga awal November. Dengan pengalaman kejadian tahun-tahun lalu, TMC menjadi opsi tambahan di atas upaya normalisasi drainase dan pompa mobile.
BNPB dan pemerintah Aceh akan mengevaluasi kebutuhan TMC harian mengikuti data cuaca, sekaligus menyiapkan simulasi evakuasi di desa rawan. Masyarakat diimbau menjauhi aktivitas pembakaran lahan pada peralihan musim dan melaporkan genangan/longsor ke posko setempat.






