Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Marapi Erupsi, Abu 400 Meter; Warga Diminta Patuhi Radius 3 Km

Aktivitas terekam seismograf, arah abu ke timur

Erupsi gunung merapi
Erupsi gunung merapi

Agam, Sumatera Barat, Rabu, 12 November 2025, 10.45 WIB — Gunung Marapi erupsi pada pukul 04.41 WIB dengan kolom abu sekitar 400 meter di atas puncak. PVMBG menyatakan status tetap Level II (Waspada) dan meminta warga tidak beraktivitas dalam radius 3 km dari Kawah Verbeek demi keselamatan.

Letusan terekam dengan amplitudo maksimum sekitar 22–23 mm berdurasi belasan detik. Kolom abu berwarna putih-kelabu condong ke timur. Hingga siang ini tidak ada laporan korban jiwa; otoritas kebencanaan daerah memonitor potensi sebaran abu tipis ke permukiman sekitar lereng.

Data monitoring harian menunjukkan aktivitas kegempaan masih dalam ambang level peringatan. Status Level II (Waspada) menandakan potensi erupsi eksplosif masih mungkin terjadi; pendaki dilarang memasuki kawasan inti kawah. Jarak aman 3 km menjadi acuan utama bagi warga, peladang, dan pelaku wisata.

Baca Juga:  Agam Perpanjang Tanggap Darurat hingga 5 Januari 2026

Ahmad Rifandi, Petugas PVMBG: “Erupsi terjadi pukul 04.41 WIB dengan tinggi kolom sekitar 400 meter. Masyarakat kami imbau mematuhi radius aman 3 kilometer dari pusat aktivitas.”

Dampaknya, beberapa nagari di lereng timur diimbau menutup sementara aktivitas luar ruang pada pagi hari jika terpantau butiran halus abu. Pelaku usaha homestay di jalur pendakian agar memberi informasi keselamatan kepada tamu, terutama terkait jalur evakuasi dan penggunaan masker.

Baca Juga:  Marapi Sumbar Erupsi, Status Waspada; Radius 3 Km

Riwayat setahun terakhir menunjukkan Marapi kerap erupsi berskala kecil-menengah dengan status Waspada. Pola ini membuat kesiapsiagaan desa lereng menjadi kunci, termasuk latihan evakuasi dan penyiapan logistik masker dan kacamata pelindung saat terjadi hujan abu.

BPBD kabupaten diminta berkoordinasi dengan camat dan wali nagari untuk pendataan dampak abu, pembersihan talang atap, serta sosialisasi etik keselamatan gunung api. Warga diminta mengikuti informasi resmi PVMBG/Badan Geologi dan BMKG terkait arah angin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *