PEMATANGSIANTAR, Sumatera Utara, Sabtu, 13 Desember 2025, 11.00 WIB — Pedagang eks Gedung IV Pasar Horas di Kota Pematangsiantar bersiap kembali berjualan di kios sementara di area pasar mulai Sabtu, 13 Desember 2025, setelah lebih setahun direlokasi ke badan Jalan Merdeka akibat kebakaran yang menghanguskan gedung pada 2024.
Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Junaedi Antonius Sitanggang, menjelaskan pembangunan kios sementara di lokasi bekas Gedung IV ditargetkan rampung Rabu (10/12). Fasilitas dasar yang dipasang antara lain jaringan listrik, air bersih, lampu sorot, toilet, serta kamera CCTV untuk memantau keamanan barang dagangan. Manajemen Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya juga mulai mencabut dan mengatur ulang nomor kios pedagang.
“Prioritas kami memastikan pedagang bisa kembali ke area pasar dengan fasilitas minimal yang layak dan lebih tertib, supaya jalan utama tidak lagi tersendat oleh lapak-lapak sementara,” ujar Junaedi dalam keterangan kepada media lokal. Ia menyebut pemindahan pedagang dilakukan bertahap agar tidak mengganggu aktivitas jual beli yang sudah berjalan.
Bagi pedagang kecil, kembali ke area pasar dinilai penting untuk mengembalikan pola belanja warga yang sempat berubah selama mereka berjualan di badan jalan. Sejumlah pedagang mengaku omzet turun sejak direlokasi karena pembeli enggan berbelanja di tengah kemacetan dan lahan parkir yang terbatas. Mereka berharap perpindahan ke kios baru membuat arus pembeli lebih tertata.
Dari sisi warga dan pengguna jalan, normalisasi fungsi Jalan Merdeka diharapkan mengurangi kemacetan terutama pada jam sibuk dan akhir pekan. Selama pedagang menempati badan jalan, kendaraan sering tersendat di kedua arah, dan pejalan kaki terpaksa berjalan di tepi aspal yang sempit. Penertiban diharapkan meminimalkan konflik antara pedagang, sopir angkutan kota, dan pemilik toko di sepanjang koridor.
Kebakaran Gedung IV Pasar Horas pada September 2024 menjadi pukulan berat bagi ratusan pedagang UMKM di pusat kota Pematangsiantar. Proses penataan kembali area pasar berlangsung bertahap seiring keterbatasan anggaran dan penyesuaian desain. Pemerintah kota menyebut relokasi ke kios sementara ini sebagai langkah antara sebelum penataan permanen, sambil tetap mengupayakan skema pembiayaan pembangunan pasar yang lebih modern dan tahan terhadap risiko kebakaran.






