Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Waspada Rob Bintan-Lingga 1–12 April 2026

Puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pagi hingga menjelang siang

Ilustrasi banjir rob (Lâm Trần)
Ilustrasi banjir rob (Lâm Trần)

BATAM, Jumat, 3 April 2026, 10.00 WIB — Warga pesisir di Kabupaten Bintan dan Lingga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir pesisir atau rob pada 1–12 April 2026. BMKG menyebut puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 08.00–12.00 WIB, waktu yang berpotensi mengganggu aktivitas di kawasan pelabuhan, permukiman pesisir, dan tambak.

Menurut BMKG, potensi rob berkaitan dengan fase bulan purnama pada 2 April 2026 yang dapat meningkatkan ketinggian muka air laut maksimum. Wilayah yang perlu lebih waspada di Lingga meliputi pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang. Sementara di Bintan, wilayah rawan yang disebut antara lain Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur. Pada saat yang sama, prakiraan cuaca Kepri hari ini juga menunjukkan potensi hujan ringan di Bintan dan Lingga pada siang hari, sehingga genangan lokal di area pesisir tetap perlu diantisipasi.

BMKG Batam menilai rob dapat berdampak pada kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, serta tambak garam dan perikanan darat. Untuk Jumat, 3 April 2026, BMKG juga memprakirakan kondisi Kepri umumnya berawan hingga berawan tebal, dengan hujan ringan hingga sedang berdurasi singkat di hampir seluruh kabupaten/kota pada siang hari. Hingga prakiraan terakhir, tidak ada peringatan dini cuaca ekstrem untuk Kepri, tetapi kewaspadaan di titik pesisir rawan tetap diperlukan.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Sumut 14 September: Medan, Karo, Toba, dan Nias Berpotensi Hujan Ringan

Ramlan, Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, mengatakan, “Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir pada periode tersebut.” Ia juga mengingatkan nelayan dan warga pesisir untuk menyesuaikan aktivitas harian dengan informasi pasang surut serta memantau kanal resmi BMKG.

Bagi warga, UMKM, dan operator transportasi laut, informasi ini penting karena rob sering datang bukan sebagai bencana besar yang langsung viral, melainkan gangguan berulang yang merusak ritme harian. Dermaga kecil, jalan pesisir, kios dekat pantai, hingga rumah panggung di titik rendah menjadi kelompok yang paling cepat merasakan dampaknya, terutama pada jam pasang pagi hingga siang.

Baca Juga:  Gempa M4,5 Guncang Banda Aceh, Tak Berpotensi Tsunami

Apa berikutnya? Warga pesisir Bintan dan Lingga sebaiknya memindahkan barang ke tempat lebih tinggi, mengecek jalur keluar rumah, menunda bongkar muat nonmendesak saat pasang maksimum, dan rutin memantau pembaruan BMKG. Untuk hari ini, kehati-hatian tambahan diperlukan pada siang hari karena potensi hujan ringan juga diprakirakan terjadi di dua kabupaten tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *