Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Seluma Terima Bantuan Pascalongsor

Penanganan difokuskan pada rumah terdampak dan tebing rawan di tepi jalinsum

Bantuan longsor Seluma
Bantuan longsor Seluma

SELUMA, Kamis, 9 April 2026, 16.35 WIB — Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama Baznas menyalurkan bantuan bagi warga terdampak longsor di Desa Kota Agung, Kecamatan Seluma Timur, setelah hujan deras merusak rumah warga dan mengancam tebing di dekat Jalan Lintas Sumatera.

Peristiwa ini relevan bagi warga Seluma karena titik terdampak berada di area yang rawan abrasi dan dekat koridor transportasi penting. Penanganan awal tidak hanya menyasar kebutuhan keluarga korban, tetapi juga antisipasi agar kerusakan tidak meluas ke permukiman dan akses jalan.

Pemprov Bengkulu menyebut bantuan disalurkan dalam bentuk uang tunai, disertai peninjauan lapangan dan identifikasi teknis lanjutan. Tim telah mencatat kerusakan pada rumah milik warga terdampak di Desa Kota Agung, sementara usulan penanganan akan diteruskan berjenjang dari BPBD Kabupaten Seluma ke BPBD Provinsi Bengkulu dan pemerintah pusat sesuai kewenangan.

Baca Juga:  BWS Petakan 3 Daerah Rawan di Bengkulu, Polres Benteng Siaga

Khairil Anwar, Asisten I Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, menegaskan pemerintah provinsi berkomitmen hadir di tengah masyarakat agar penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat. Di tingkat desa, Kepala Desa Kota Agung Banarusdi meminta penanganan lanjutan berupa penguatan tebing agar kerusakan tidak bertambah parah.

Bagi warga, bantuan cepat penting untuk pemulihan kebutuhan dasar, tetapi persoalan utamanya tetap pada perlindungan jangka menengah. Jika penahan tebing tidak segera ditangani, ancaman longsor susulan dapat mengganggu rumah warga sekaligus memicu risiko pada jalur darat yang dipakai mobilitas harian.

Baca Juga:  Akses Medan–Sibolga Dialihkan, Polisi Rilis Rute

Konteks cuaca juga memperkuat urgensi penanganan. Beberapa hari terakhir, Bengkulu mengalami cuaca ekstrem yang memicu banjir dan longsor di sejumlah wilayah. BMKG Bengkulu, melalui laporan yang dikutip RRI, mencatat hujan sangat tinggi dan mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi di berbagai titik rawan provinsi ini.

Langkah berikutnya adalah verifikasi teknis kerusakan, penyusunan skema penahan tebing, dan pendataan lanjutan kebutuhan warga. Masyarakat di sekitar lereng, bantaran, dan tepi jalan yang rawan ambles diminta membatasi aktivitas saat hujan lebat, memantau retakan tanah, dan segera berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun BPBD bila melihat tanda bahaya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *