Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Ekonomi Sumatera Barat Tumbuh 4,54 Persen, Kemiskinan Turun Tipis

Ekonomi Sumatera Barat tumbuh 4,54 persen pada triwulan II 2026, sementara kemiskinan turun tipis menjadi 5,27 persen.

Ekonomi Sumatera Barat 2026
Ekonomi Sumatera Barat 2026

PADANG – Perekonomian Sumatera Barat tumbuh sebesar 4,54 persen secara tahunan pada triwulan II 2026. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang mencapai 17,57 persen.

Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat menyebut sektor administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib tumbuh 8,95 persen. Sementara pengadaan listrik dan gas tumbuh 8,69 persen.

Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi ditopang oleh ekspor luar negeri yang meningkat 13,01 persen. Pengeluaran konsumsi pemerintah juga tumbuh sebesar 9,84 persen.

Baca Juga:  Ekonomi Indonesia Triwulan II 2026 Tumbuh 5,29 Persen

Komoditas RBD Palm Olein menjadi salah satu penopang ekspor Sumatera Barat dengan pangsa 40,78 persen. Peningkatan konsumsi pemerintah antara lain didorong oleh pertumbuhan belanja pegawai pemerintah pusat dan daerah.

Dibandingkan triwulan I 2026, ekonomi Sumatera Barat tumbuh 1,08 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi selama semester pertama 2026 mencapai 4,77 persen.

BPS juga mencatat persentase penduduk miskin Sumatera Barat pada Maret 2026 sebesar 5,27 persen. Angka tersebut turun 0,04 poin persentase dibandingkan September 2025.

Baca Juga:  Ekonomi Bangka Belitung Tumbuh 4,01 Persen, Kemiskinan Turun Tipis

Jumlah penduduk miskin tercatat sekitar 311,14 ribu orang. Jumlah tersebut berkurang sekitar 1,16 ribu orang dalam enam bulan.

Namun, perkembangan antara kawasan perkotaan dan perdesaan berbeda. Jumlah penduduk miskin di perkotaan bertambah sekitar 3,50 ribu orang, sedangkan di perdesaan berkurang sekitar 4,66 ribu orang.

Garis kemiskinan Sumatera Barat pada Maret 2026 tercatat Rp808.511 per kapita per bulan. Komponen makanan menyumbang 76,35 persen terhadap pembentukan garis kemiskinan.

Baca Juga:  Bedah Editorial: Pengembangan Industri di Aceh Solusi Pengentasan Pengangguran dan Kemiskinan

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka Sumatera Barat pada Mei 2026 tercatat 5,53 persen. Angka ini naik tipis 0,02 poin persentase dibandingkan Februari 2026, meskipun jumlah penganggur secara absolut berkurang sekitar 1,55 ribu orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *