LUBUK BASUNG – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan pembangunan 1.118 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Agam Rahmat Lasmono mengatakan pembangunan difasilitasi di lapangan oleh BPBD Agam. Pembangunan direncanakan dilakukan secara bertahap dan ditargetkan seluruh proses dapat diselesaikan pada 2027.
Sebanyak 1.118 unit tersebut terdiri atas dua skema. Sebanyak 29 unit merupakan hunian tetap in situ, yakni dibangun pada lokasi rumah sebelumnya selama berada di luar zona merah.
Sementara itu, sebanyak 1.089 unit lainnya menggunakan skema huntap mandiri. Dalam skema tersebut, pemilik rumah menyediakan lahan di lokasi yang dinilai aman untuk pembangunan hunian baru.
Hunian mandiri direncanakan memiliki luas bangunan 6 x 6 meter atau tipe 36. Dana pembangunan akan ditransfer BNPB ke rekening masyarakat dengan penggunaan yang tetap diawasi.
Pembangunan melibatkan beberapa penyedia teknologi konstruksi. Di antaranya PT Semen Padang dengan sistem bata interlock, Universitas Andalas bersama PT Gubah Fiffarian Indotama dengan konsep Rumah Anti Gempa, serta PT Mara Pratama Indonesia dengan sistem rumah yang dikembangkan perusahaan tersebut.
Rencana 1.118 penerima juga telah masuk dalam pembahasan antara Pemerintah Kabupaten Agam dan BNPB sejak Juli 2026. Pemerintah daerah sebelumnya meminta percepatan pembangunan huntap mandiri dan penyaluran Dana Tunggu Hunian bagi masyarakat terdampak.
Pemkab Agam menyatakan proses administrasi dan verifikasi data menjadi salah satu bagian penting dalam percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
Pembangunan hunian permanen diharapkan dapat mempercepat pemulihan warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Kabupaten Agam pada akhir 2025.






