Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Aceh Minim Hujan hingga Akhir Juli 2026

BMKG memprediksi curah hujan rendah masih terjadi hingga 31 Juli 2026. Pemerintah dan masyarakat diminta mengantisipasi kekeringan.

BMKG Aceh Juli 2026
BMKG Aceh Juli 2026

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG memprediksi kondisi minim hujan masih akan berlangsung di sejumlah wilayah Aceh hingga akhir Juli 2026.

Berdasarkan prakiraan Stasiun Klimatologi Aceh untuk dasarian ketiga Juli, sekitar 31 persen wilayah diperkirakan menerima curah hujan rendah, yaitu antara nol hingga 50 milimeter per dasarian.

Wilayah yang berpotensi mengalami curah hujan rendah meliputi Kota Sabang, Banda Aceh, Aceh Besar, Aceh Jaya, bagian utara Pidie, Pidie Jaya, Bireuen, Lhokseumawe, Aceh Utara, serta bagian utara Aceh Timur.

Kondisi serupa juga diperkirakan terjadi di sebagian wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.

Baca Juga:  Prakiraan Cuaca Sumatra Hari Ini: Waspada Hujan Petir

Peluang curah hujan kurang dari 20 milimeter diperkirakan mencapai 60 hingga 70 persen di Banda Aceh dan sebagian kecil Aceh Besar. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kawasan pesisir utara Aceh menghadapi risiko defisit curah hujan yang lebih tinggi.

BMKG menjelaskan, rendahnya akumulasi hujan pada pertengahan Juli telah menciptakan kondisi awal yang relatif kering. Keadaan ini dapat meningkatkan kerentanan terhadap kekeringan meteorologis apabila tidak terjadi hujan dalam waktu yang cukup panjang.

Namun, kondisi cuaca di Aceh tidak berlangsung merata. Sekitar 69 persen wilayah, terutama di kawasan barat dan selatan Aceh, masih berpeluang menerima curah hujan kategori menengah, yakni 51 hingga 150 milimeter per dasarian.

Baca Juga:  Nelayan Kurangi Melaut, Harga Ikan Naik di Aceh Singkil

Wilayah yang masih berpotensi menerima hujan lebih dari 50 milimeter antara lain bagian selatan Aceh Timur, Kota Langsa, Aceh Tamiang, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, dan Simeulue.

BMKG menyebutkan puncak musim kemarau di beberapa zona musim Aceh berlangsung pada Juli 2026. Satu zona musim lainnya diperkirakan baru mengalami puncak kemarau pada Agustus.

Pemerintah daerah diminta meningkatkan langkah mitigasi, terutama dalam pengelolaan sumber air, perlindungan lahan pertanian, dan pencegahan kebakaran hutan maupun lahan.

Baca Juga:  Cuaca Medan Hari Ini: Sore Hujan Ringan, Malam Cerah

Petani di kawasan pesisir utara juga perlu menyesuaikan pola tanam dengan ketersediaan air. Penggunaan varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko gagal panen.

Masyarakat turut diimbau menggunakan air secara bijak dan tidak melakukan pembakaran lahan. Kondisi vegetasi yang kering dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.

Prakiraan cuaca dan iklim tetap dapat berubah mengikuti perkembangan dinamika atmosfer. Masyarakat disarankan memantau informasi terbaru dari BMKG dan pemerintah daerah masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *