Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

Kabut Asap Riau, Dinkes Catat 1.960 Kasus ISPA dalam Sepekan

Dinkes Riau mencatat 1.960 kasus ISPA pada 19–26 Agustus 2026 saat kabut asap dan penurunan kualitas udara melanda sejumlah daerah.

Kabut asap menyelimuti kawasan perkotaan dengan jarak pandang terbatas tanpa menampilkan wajah manusia
Kasus ISPA Riau

PEKANBARU — Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat 1.960 kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA dalam periode 19–26 Agustus 2026 di tengah kabut asap dan penurunan kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan.

Kasus tersebut tersebar di sepuluh kabupaten dan kota. Pekanbaru mencatat jumlah tertinggi sebanyak 563 kasus, disusul Pelalawan dengan 535 kasus.

Data Dinkes Riau juga menunjukkan 634 kasus baru tercatat pada 26 Agustus, menjadi penambahan harian tertinggi selama periode pemantauan tersebut.

Baca Juga:  Piala Soeratin U-17 Riau Berakhir 8 Agustus, 16 Klub Berebut Tiket Nasional

Daerah lain yang mencatat kasus ISPA antara lain Siak 198 kasus, Kampar 195 kasus, Kuantan Singingi 181 kasus, Rokan Hulu 114 kasus, Rokan Hilir 68 kasus, Bengkalis 51 kasus, Indragiri Hulu 28 kasus, dan Dumai 27 kasus.

Kepala Dinkes Riau Zulkifli meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan edukasi mengenai dampak polusi udara.

Baca Juga:  Lonjakan Titik Panas di Riau Picu Kabut Asap hingga Malaysia

Masyarakat antara lain diminta memeriksa kualitas udara, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika polusi tinggi, menggunakan masker, menghindari asap rokok, serta memeriksakan diri apabila mengalami gangguan pernapasan.

Perhatian lebih diperlukan bagi kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat dengan penyakit penyerta.

Fasilitas kesehatan di Riau juga diminta memantau perkembangan gangguan kesehatan lain yang berkaitan dengan kabut asap, termasuk iritasi mata, pneumonia, iritasi kulit, dan asma.

Baca Juga:  Cuaca Sumatra 12–13 Oktober: Hujan Lebat Bengkulu–Sumbar, Gelombang Tinggi Barat Mentawai

Data kesehatan terbaru ini menjadi perkembangan baru dalam rangkaian kabut asap yang dalam beberapa hari terakhir telah memengaruhi aktivitas masyarakat dan pendidikan di sejumlah wilayah Riau.