Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Harga Pangan Sumbar Jelang September 2026, Cabai Rawit Rp61.886 dan Beras Medium Rp12.991 per Kg

Data Dinas Pangan Sumbar per 31 Agustus 2026 mencatat cabai rawit merah Rp61.886 per kg, beras medium Rp12.991, dan ayam ras Rp41.711 per kg.

Harga pangan Sumbar September 2026
Harga pangan Sumbar September 2026

PADANG — Memasuki awal September 2026, sejumlah harga pangan di Sumatera Barat tetap menjadi perhatian rumah tangga. Dashboard resmi Dinas Pangan Sumatera Barat pada 31 Agustus 2026 menampilkan harga berbagai komoditas pokok, mulai beras, cabai, bawang, daging, telur, minyak goreng hingga ikan.

Data tersebut menunjukkan beras premium berada pada Rp16.014 per kilogram, sementara beras medium Rp12.991 per kilogram. Beras medium non-SPHP tercatat Rp13.619 per kilogram dan beras SPHP Rp12.841 per kilogram.

Pada kelompok bumbu dapur, cabai rawit merah tercatat Rp61.886 per kilogram. Cabai merah besar berada pada Rp59.250 per kilogram, sedangkan cabai merah keriting Rp48.742 per kilogram.

Harga bawang merah yang ditampilkan dashboard berada pada Rp33.226 per kilogram. Sementara bawang putih bonggol tercatat Rp35.129 per kilogram.

Untuk sumber protein hewani, daging sapi murni tercatat Rp146.273 per kilogram. Daging kerbau segar lokal berada pada Rp142.917 per kilogram, sedangkan daging ayam ras Rp41.711 per kilogram. Telur ayam ras ditampilkan pada harga Rp30.166 per kilogram.

Baca Juga:  Mengapa Beras Mahal & Dampaknya ke Sumatra

Pada kelompok minyak goreng, harga minyak goreng kemasan tercatat Rp20.081 per liter dan minyak goreng curah Rp15.969 per liter. Minyakita berada pada Rp17.170 per liter. Gula konsumsi tercatat Rp18.194 per kilogram.

Beberapa komoditas ikan juga tercantum dalam pemantauan. Ikan kembung berada pada Rp56.604 per kilogram, ikan tongkol Rp41.891 per kilogram, dan ikan bandeng Rp45.000 per kilogram.

Data harga harian penting dibaca sebagai gambaran kondisi pada waktu pemantauan, bukan sebagai harga yang pasti sama di seluruh pasar. Harga yang ditemui konsumen dapat berbeda antarwilayah, pasar, pedagang, kualitas komoditas, dan waktu pembelian.

Karena itu, warga yang merencanakan belanja pada awal September dapat menggunakan data pemerintah sebagai referensi awal, kemudian membandingkannya dengan harga di pasar terdekat. Langkah tersebut terutama berguna untuk komoditas yang harganya dapat berubah lebih cepat seperti cabai, bawang, dan beberapa jenis ikan.

Baca Juga:  Marapi Erupsi, Abu 400 Meter di Atas Puncak

Bagi pemerintah daerah, pemantauan harga pangan juga berfungsi untuk membaca tekanan pasokan dan kebutuhan intervensi. Ketika terjadi perbedaan harga yang besar atau perubahan yang cepat, data dapat menjadi dasar untuk menelusuri kondisi stok, distribusi, maupun pasokan dari sentra produksi.

Beras tetap menjadi komoditas yang memiliki dampak luas karena menjadi kebutuhan pokok mayoritas rumah tangga. Keberadaan beras SPHP menjadi salah satu pilihan dalam program stabilisasi pasokan dan harga pangan, sementara harga beras komersial dapat berbeda mengikuti kualitas dan jaringan distribusi.

Memasuki September, masyarakat sebaiknya tidak hanya melihat satu komoditas secara terpisah. Total belanja rumah tangga dipengaruhi kombinasi harga beras, lauk, bumbu, minyak goreng, dan kebutuhan harian lainnya.

Dalam membaca data tersebut, konsumen juga perlu memperhatikan satuan harga. Mayoritas komoditas ditampilkan per kilogram, sedangkan minyak goreng dicantumkan per liter. Perbedaan satuan penting agar perbandingan anggaran belanja tidak keliru, terutama ketika konsumen menghitung kebutuhan mingguan atau bulanan.

Baca Juga:  Longsor Dibersihkan, Jalur Lembah Anai Kembali Dibuka Dua Arah

Komoditas seperti cabai rawit dan cabai merah juga sering menjadi perhatian karena digunakan luas dalam konsumsi rumah tangga dan usaha kuliner di Sumatera Barat. Namun data 31 Agustus belum cukup untuk menyimpulkan apakah harga sedang naik atau turun. Kesimpulan tren memerlukan pembanding dari beberapa hari atau pekan sebelumnya.

Dinas Pangan Sumatera Barat memperbarui informasi harga melalui kanal resminya. Karena data dapat berubah dari hari ke hari, pembaca perlu memeriksa pembaruan terbaru apabila membutuhkan harga untuk keputusan belanja pada tanggal tertentu.

Angka 31 Agustus ini dapat menjadi titik awal untuk melihat kondisi pangan Sumatera Barat menjelang September 2026. Perubahan berikutnya baru dapat dinilai setelah tersedia data pembanding pada hari-hari selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *