Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

BMKG Peringatkan Gelombang hingga 4 Meter di Sejumlah Perairan Aceh

BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di sejumlah perairan Aceh yang berlaku mulai 31 Agustus hingga 3 September 2026.

BMKG gelombang 4 meter
BMKG gelombang 4 meter

BANDA ACEH – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi untuk sejumlah wilayah perairan Aceh. Ketinggian gelombang diperkirakan dapat mencapai 2,5 hingga 4 meter.

Peringatan tersebut berlaku mulai Senin, 31 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB hingga Kamis, 3 September 2026 pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan informasi BMKG, tiga kawasan perairan Aceh masuk dalam kategori gelombang tinggi. Wilayah tersebut meliputi perairan Sabang–Banda Aceh, perairan Aceh Besar–Meulaboh, dan perairan selatan Simeulue.

Sementara itu, gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter diperkirakan terjadi di perairan Aceh Barat Daya–Simeulue serta perairan Aceh Singkil–Pulau Banyak.

Baca Juga:  Transformasi Penampilan Delisa yang Kini Sukses Berkarier

BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi sejumlah dinamika atmosfer. Gelombang Ekuatorial Rossby dan Madden-Julian Oscillation atau MJO terpantau aktif secara spasial di Aceh.

Selain itu, terdapat daerah belokan angin dan konvergensi yang dapat mendukung pembentukan awan konvektif.

Suhu muka laut yang relatif hangat di Samudra Hindia bagian barat dan utara Sumatera juga meningkatkan proses penguapan dan menambah kandungan uap air di atmosfer.

Baca Juga:  Bencana Sumatra 2025: 940 Meninggal, Desakan Status Nasional Menguat

Pola angin di wilayah tersebut umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan sekitar 5 hingga 29 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Aceh Besar–Meulaboh serta perairan Sabang–Banda Aceh.

Kondisi gelombang tinggi perlu menjadi perhatian terutama bagi nelayan, operator kapal, dan masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah pesisir.

Masyarakat yang merencanakan perjalanan menggunakan transportasi laut juga perlu memperhatikan perkembangan prakiraan cuaca dan kondisi perairan sebelum berangkat.

Peringatan gelombang tinggi tidak berarti seluruh wilayah perairan mengalami kondisi yang sama setiap saat. Tinggi gelombang dapat berubah mengikuti kondisi angin dan dinamika atmosfer.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Aceh

BMKG karena itu mengimbau masyarakat terus mengikuti pembaruan informasi cuaca maritim selama periode peringatan berlangsung.

Selain Aceh, BMKG juga mendeteksi potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan Samudra Hindia sebelah barat Sumatera, termasuk wilayah barat Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan terhadap aktivitas pelayaran dan perikanan di sepanjang pantai barat Sumatera dalam beberapa hari ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *