BANDA ACEH — Jalan Tol Sigli–Banda Aceh (Sibanceh) Seksi 1 ruas Padang Tiji–Seulimeum masih ditutup sementara pada Kamis, 10 September 2026. Penutupan berlaku sejak Rabu, 9 September pukul 07.00 WIB hingga Jumat, 11 September pukul 07.00 WIB untuk pelaksanaan Uji Laik Fungsi dan Operasi atau ULFO.
Dinas Perhubungan Aceh menyebut penutupan sementara pengoperasian fungsional dilakukan berdasarkan persetujuan Badan Pengatur Jalan Tol Kementerian Pekerjaan Umum kepada PT Hutama Karya melalui surat tertanggal 7 September 2026. Selama masa pengujian, pengguna jalan diminta menyesuaikan perjalanan dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi pengelola.
ULFO dijadwalkan melalui peninjauan lapangan pada 9 September dan dapat dilanjutkan pada 10 September apabila masih diperlukan. Agenda tersebut juga mencakup penyusunan draf berita acara sebagai bagian dari proses evaluasi ruas tol sebelum layanan fungsional kembali dilanjutkan.
Bagi masyarakat Aceh yang biasa memanfaatkan Tol Sibanceh, masa penutupan ini penting diperhatikan karena mencakup dua hari kerja. Pengguna yang merencanakan perjalanan menuju atau dari kawasan Padang Tiji dan Seulimeum perlu memperhitungkan waktu tempuh tambahan dan memastikan rute perjalanan sebelum berangkat.
BPJT juga meminta PT Hutama Karya melakukan sosialisasi serta berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan, kepolisian, dan instansi terkait selama penutupan. Setelah ULFO selesai, pengoperasian fungsional ruas tersebut dapat kembali dilanjutkan dengan tetap mengedepankan keselamatan pengguna jalan dan pengawasan kepolisian setempat.
Ruas Padang Tiji–Seulimeum sebelumnya telah beroperasi secara fungsional sejak 24 Desember 2025. Pengoperasian berlangsung ketika sejumlah pekerjaan konstruksi masih berjalan. Karena itu, ULFO menjadi salah satu tahapan penting untuk menilai kesiapan fungsi dan operasi ruas sebelum penggunaan berlanjut.
Penutupan kali ini bukan berarti seluruh jaringan Tol Sibanceh berhenti beroperasi. Informasi resmi Dinas Perhubungan Aceh secara spesifik menyebut Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum sebagai ruas yang ditutup sementara untuk pengujian. Pengguna jalan sebaiknya tidak menggeneralisasi penutupan tersebut ke seluruh bagian jalan tol dan perlu memeriksa informasi pengelola untuk titik masuk maupun keluar yang akan digunakan.
Dalam konteks konektivitas Aceh, penyelesaian ruas Tol Sibanceh memiliki arti penting karena menjadi bagian dari jaringan Jalan Tol Trans Sumatera. Namun, aspek keselamatan dan kelayakan operasi tetap menjadi syarat utama sebelum sebuah ruas dapat digunakan secara lebih luas.
Secara teknis, BPJT pada evaluasi April 2026 menyebut Seksi 1 Padang Tiji–Seulimeum memiliki panjang 25,68 kilometer. Pada periode fungsional Lebaran 13–29 Maret 2026, ruas tersebut dilalui 82.663 kendaraan. Angka itu menunjukkan ruas Padang Tiji–Seulimeum sudah memiliki peran nyata dalam mobilitas masyarakat ketika dibuka secara fungsional.
Evaluasi pada April juga dilakukan untuk melihat kondisi infrastruktur dan kesiapan layanan setelah masa operasi Lebaran. Dengan rekam penggunaan tersebut, ULFO pada September menjadi relevan bukan hanya sebagai tahapan administratif, tetapi juga untuk memastikan ruas yang telah digunakan puluhan ribu kendaraan dapat melanjutkan layanan dengan kesiapan yang memadai.
Bagi pengguna yang belum mengetahui istilah ULFO, pengujian ini pada dasarnya digunakan untuk menilai kesiapan fungsi dan operasi jalan tol sebelum tahap layanan berikutnya. Dalam kasus Seksi 1 Sibanceh, BPJT memilih menghentikan sementara operasi fungsional agar peninjauan dapat dilakukan tanpa mengganggu proses pengujian di lapangan.
Masyarakat yang akan bepergian pada Kamis hingga Jumat pagi disarankan memantau pembaruan dari Hutama Karya, BPJT, Dinas Perhubungan Aceh, dan kepolisian. Bila jadwal ULFO berlangsung sesuai rencana, masa penutupan sementara berakhir pada Jumat, 11 September 2026 pukul 07.00 WIB.






