ACEH TAMIANG, GemaSumatra.com — Warga Desa Lhok Medang Ara, Kecamatan Manyak Payed, Kabupaten Aceh Tamiang, mengeluhkan kondisi air Sungai Simpang Kapal yang berubah menjadi hitam dan mengeluarkan bau tidak sedap. Kondisi tersebut disampaikan sejumlah warga pada Sabtu (17/10/2026).
Seorang warga bernama Muslim mengatakan perubahan warna air sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Ia menyebut terdapat aktivitas industri di bagian hulu, tetapi mengakui belum mengetahui jenis maupun sumber zat yang menyebabkan perubahan kondisi sungai.
Keluhan tersebut dilaporkan ANTARA pada Sabtu malam. Sebagian warga menduga kondisi sungai berkaitan dengan limbah, tetapi dugaan itu belum dapat dinyatakan sebagai kesimpulan sebelum ada pemeriksaan kualitas air dan penelusuran sumber pencemaran oleh pihak berwenang.
Warga Sebut Kejadian Pernah Terulang
Menurut Muslim, perubahan warna sungai bukan kejadian pertama. Ia menyebut sebelumnya pernah ada pengambilan sampel air oleh pihak perusahaan untuk diperiksa. Namun, hasil pengujian tersebut tidak dipaparkan dalam keterangan yang tersedia.
Warga lain yang tidak disebutkan namanya menuturkan air menghitam setelah banjir surut. Ia mengaitkan kejadian tersebut dengan dugaan aliran limbah saat debit sungai tinggi. Keterangan ini merupakan dugaan warga dan masih memerlukan verifikasi.
Sejumlah warga juga mengaku menemukan ikan yang mati atau tampak lemah. Laporan tentang ikan dan keluhan air yang menyebabkan rasa gatal belum menjadi bukti jenis bahan pencemar maupun tingkat bahayanya.
Kondisi Sungai Penting bagi Kegiatan Pertanian
Menurut keterangan masyarakat, Sungai Simpang Kapal melewati beberapa desa sebelum menuju kawasan pesisir. Aliran sungai selama ini dimanfaatkan untuk mendukung persawahan dan kebun hortikultura.
Perubahan kondisi air berpotensi mengganggu pemanfaatan sungai oleh masyarakat. Karena itu, pemeriksaan sampel air, penelusuran sumber perubahan warna, serta penyampaian hasil pengujian kepada warga menjadi langkah penting untuk memastikan situasi sebenarnya.
Hingga informasi yang digunakan untuk pemberitaan ini disampaikan, belum ada hasil uji laboratorium atau pernyataan resmi yang menetapkan sumber pencemaran. Tidak ada dasar untuk menuduh perusahaan tertentu sebagai penyebabnya.
Sumber informasi: ANTARA News Aceh, 17 Oktober 2026. Gambar unggulan: ilustrasi pencemaran air, foto TRG/Unsplash; bukan kondisi Sungai Simpang Kapal.
Penulis: Dedek Lestari
Editor: Azlan Shah






