Iklan Fatih Architecture Studio
ScienceTech Horizon Banner

BWS Sumatera I Normalisasi Sungai di Gayo Lues, Sedimentasi Capai 1,5 Meter

Penanganan alur sungai di Kecamatan Dabun Gelang dilakukan untuk mengurangi pendangkalan dan risiko luapan air ke kawasan permukiman.

Ilustrasi aliran sungai di Indonesia, bukan lokasi normalisasi sungai di Gayo Lues. Foto: Ali Burhan/Unsplash.

GAYO LUES — Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan normalisasi alur sungai di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh. Pekerjaan itu ditujukan untuk menangani pendangkalan serta mengurangi risiko luapan air ke kawasan permukiman.

Menurut laporan video ANTARA yang diterbitkan pada Minggu, 1 November 2026, BWS Sumatera I menyebut sedimentasi pada sungai tersebut mencapai 1,5 meter. Endapan material di alur sungai menjadi perhatian karena berkaitan dengan kemampuan sungai mengalirkan air ketika debit meningkat.

Penanganan pendangkalan alur sungai

Normalisasi diarahkan pada kondisi alur sungai yang mengalami pendangkalan. Informasi mengenai ketebalan sedimen tersebut menjadi dasar gambaran persoalan yang sedang ditangani di lokasi.

Baca Juga:  Pekan Dakwah Kolaborasi Banda Aceh Berlanjut 23 September, Ada Ceramah Khusus Perempuan

Langkah ini memiliki kaitan langsung dengan upaya mengurangi potensi luapan air menuju permukiman di sekitar sungai. Meski demikian, laporan yang menjadi rujukan belum memerinci panjang sungai yang ditangani, volume material yang dikeruk, nilai anggaran, maupun waktu penyelesaian pekerjaan.

Risiko banjir masih memerlukan pemantauan

Normalisasi sungai merupakan salah satu bentuk penanganan fisik alur air. Hasilnya perlu dilihat bersama kondisi curah hujan, kapasitas aliran, dan perkembangan sedimentasi setelah pekerjaan dilakukan.

Baca Juga:  Deklarasi Irwan Djohan-Khairul Amal Dihadiri Ribuan Warga Aceh

Informasi lanjutan dari instansi terkait diperlukan untuk memastikan cakupan pekerjaan serta kondisi aliran sungai setelah penanganan. Masyarakat yang tinggal di sekitar alur sungai tetap perlu mengikuti informasi resmi mengenai potensi banjir.

Sumber informasi: ANTARA News Aceh, laporan video 1 November 2026. Foto utama: ilustrasi sungai di Indonesia, bukan lokasi kejadian. Ali Burhan/Unsplash.

Editor: Azlan Shah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *