Fatih Architecture Studio Banner
ScienceTech Horizon Banner

Investasi Indonesia Capai Rp1.010,6 Triliun pada Semester Pertama 2026

Realisasi investasi Indonesia pada semester pertama 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan menyerap sekitar 1,4 juta pekerja.

Investasi Indonesia 2026
Investasi Indonesia 2026

JAKARTA — Pemerintah mencatat realisasi investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun sepanjang semester pertama 2026.

Nilai investasi selama Januari hingga Juni tersebut tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Capaian tersebut setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 yang ditetapkan sebesar Rp2.041,3 triliun.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, Rosan Perkasa Roeslani, menyampaikan data tersebut setelah memberikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Baca Juga:  Penunjukan Purbaya Jadi Menkeu Picu Perdebatan Arah Ekonomi Nasional

Realisasi investasi selama semester pertama 2026 disebut menyerap sekitar 1,4 juta tenaga kerja Indonesia.

Pemerintah mencatat mayoritas investasi terealisasi di luar Pulau Jawa.

Kondisi tersebut dinilai menunjukkan adanya pertumbuhan kegiatan investasi di berbagai daerah, meskipun pemerataan hingga tingkat kabupaten dan kota tetap perlu diperhatikan.

Provinsi-provinsi di Pulau Sumatra memiliki peluang menarik investasi pada sektor perkebunan, energi, industri pengolahan, pariwisata, infrastruktur, dan ekonomi digital.

Namun, peningkatan nilai investasi perlu diikuti dengan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat lokal.

Baca Juga:  KUR Sumbar Tembus Rp6,46 Triliun, Pemerintah Pastikan Kuota Aman hingga Akhir 2025

Pemerintah daerah juga perlu memastikan investasi memperkuat hubungan dengan usaha mikro, kecil, dan menengah serta tidak hanya bergantung pada pengambilan sumber daya alam.

Ketersediaan listrik, jalan, pelabuhan, tenaga kerja, kepastian tata ruang, dan kemudahan perizinan menjadi faktor penting dalam menarik investasi.

Di sisi lain, proses perizinan harus tetap memperhatikan perlindungan lingkungan dan hak masyarakat.

Pertumbuhan investasi perlu dinilai tidak hanya berdasarkan nilai modal yang masuk, tetapi juga berdasarkan kualitas pekerjaan, transfer teknologi, peningkatan pendapatan daerah, serta manfaat jangka panjang.

Baca Juga:  KUR Sumbar Tembus Rp6,46 Triliun, Pemerintah Pastikan Kuota Aman hingga Akhir 2025

Pemerintah menyatakan capaian semester pertama menunjukkan kepercayaan investor tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Realisasi selama semester kedua akan menentukan apakah pemerintah mampu mencapai target investasi sepanjang 2026.

Kinerja investasi juga akan dipengaruhi kondisi ekonomi dunia, stabilitas nilai tukar, kebijakan perdagangan, harga komoditas, dan kemampuan pemerintah menjaga kepastian usaha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *