Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Marapi Erupsi Lagi, Kolom Abu 1 Km di Sumbar

Status Waspada, warga diminta patuh radius 3 km

Gunung erupsi
Gunung erupsi

[PADANG, SUMATERA BARAT], Sabtu, 27 September 2025, WIB — Aktivitas Gunung Marapi kembali meningkat. Pos Gunung Api (PVMBG) mencatat letusan pada Jumat (26/9) pukul 18.31 WIB dan 21.16 WIB dengan kolom abu hingga sekitar 1.000 meter di atas puncak. Status masih Level II (Waspada). Warga di Agam–Tanah Datar diimbau menjauhi radius 3 km dari kawah serta mewaspadai hujan abu, jarak pandang yang menurun, dan potensi lahar dingin saat hujan.

Letusan sore disertai kolom abu putih–kelabu tebal yang cenderung ke timur–tenggara, sedangkan malam hari visual terbatas, namun terekam jelas pada seismogram. PVMBG melaporkan amplitudo maksimum sekitar 30,4 mm dengan durasi 46 detik pada erupsi pertama; pada erupsi kedua amplitudo tercatat sekitar 3,8 mm berdurasi 38 detik. Hingga Jumat, Pos Gunung Api merekap sedikitnya 12 kejadian erupsi sepanjang September; sebagian media lokal menyebut 13 kali [Menunggu verifikasi].

Ahmad Rifandi, Petugas Pos Gunung Api Marapi — “Teranyar Gunung Marapi erupsi pada Jumat sore pukul 18.31 WIB dengan tinggi kolom abu sekitar 1.000 meter di atas puncak,” ujarnya seraya menegaskan status tetap Waspada dan rekomendasi tanpa aktivitas dalam radius 3 km dari kawah.

Baca Juga:  Update: Marapi Erupsi 3 November, Status Waspada, Radius 3 Km

Dampak langsung yang dikeluhkan warga di lereng meliputi bau belerang, abu tipis di permukaan luar ruang, dan berkurangnya jarak pandang pada periode angin mengarah ke permukiman. Masyarakat disarankan menggunakan masker saat abu tercium, menutup sumber air, serta menunda perjalanan di rute dengan visibilitas rendah. Sektor usaha kecil—warung, bengkel, dan jasa transportasi—perlu menutup rak/mesin dengan terpal, menambah stok masker, dan mengatur jam operasional mengikuti kondisi angin.

Baca Juga:  Lima Lokasi di Agam Diterjang Banjir dan Longsor

Sebagai latar, Marapi (2.891 mdpl) aktif sejak akhir 2023 dengan fase erupsi berulang. Pada 20–21 September 2025, PVMBG juga mencatat kolom abu pekat setinggi hingga 1 km, mengindikasikan aktivitas yang fluktuatif. Kawasan rawan bencana di punggungan dan hulu sungai berpotensi menjadi jalur lahar ketika hujan intensitas sedang–lebat terjadi di puncak, sebagaimana pernah memicu banjir lahar pada 2024.

Baca Juga:  Sumbar Punya 3,34 Juta Hektare Lahan Pertanian, Gubernur: Modal Besar Ketahanan Pangan

Langkah lanjut: PVMBG dan BPBD Agam–Tanah Datar meneruskan pemantauan visual dan seismik, uji warning receiver system desa, serta patroli jalur evakuasi. Pendakian wisata menuju kawah tetap ditutup. Warga diminta mengikuti informasi resmi PVMBG/pemerintah daerah, menyiapkan kacamata pelindung, dan mengecek kondisi atap/rain gutter untuk mengurangi beban abu. Jika terjadi hujan lebat di puncak, hindari bantaran sungai berhulu Marapi hingga kondisi dinyatakan aman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *