Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

BBM Bersubsidi Langka di Aceh Selatan, Antrean Mengular

Pertamina Sumbagut lakukan pengecekan harian; penjelasan rinci penyebab lokal masih ditelusuri

BBM langka Aceh Selatan
BBM langka Aceh Selatan

[Tapaktuan, Aceh], Rabu, 15 Oktober 2025, WIB — Sejumlah SPBU di Aceh Selatan dilaporkan mengalami kelangkaan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan terlihat mengular di Tapaktuan, Labuhanhaji, dan Kluet Raya. Aparat dan pemda setempat diminta memastikan distribusi berjalan normal untuk menghindari dampak lanjutan pada layanan publik.

Laporan lapangan menyebut antrean terjadi berjam-jam saat truk tangki belum datang. Di sisi lain, terdapat keluhan kemunculan penjualan BBM eceran dalam jeriken dengan harga lebih mahal. Harga acuan BBM subsidi nasional tetap: Pertalite Rp 10.000 per liter dan Biosolar Rp 6.800 per liter, sedangkan BBM nonsubsidi seperti Pertamax di Aceh Rp 12.500 per liter.

“Sunardi, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut — ‘Pengecekan dilakukan rutin setiap hari di wilayah kerja Aceh hingga Sumbar untuk memastikan stok aman dan layanan optimal di SPBU.’”

Baca Juga:  Harga BBM Nonsubsidi November: Dex Naik Rp 200

Kelangkaan lokal ini memukul pelaku usaha kecil, sopir angkutan, serta nelayan yang bergantung pada ketersediaan BBM. Biaya operasional berpotensi naik dan distribusi barang ke pasar tradisional bisa tersendat bila pasokan tidak segera stabil.

Dalam skala provinsi, otoritas dan perusahaan menyebut gangguan pasokan dapat dipengaruhi banyak faktor seperti peningkatan permintaan, cuaca, dan dinamika suplai di hilir. Di Aceh, laporan sebelumnya juga menyoroti antrean solar di beberapa wilayah. Penegakan aturan di SPBU serta pengawasan distribusi di lapangan akan menjadi kunci menghindari penyelewengan.

Baca Juga:  Harga Pertamax Turun Mulai 1 Oktober 2024

Pemerintah daerah bersama Pertamina diharapkan segera mengumumkan langkah konkret—mulai dari penambahan pasokan, penjadwalan ulang suplai, sampai edukasi pembelian sesuai kuota—untuk menormalisasi layanan. Warga diminta membeli sesuai kebutuhan dan melapor jika mendapati dugaan penyimpangan. [Menunggu verifikasi] untuk rincian penyebab spesifik di Aceh Selatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *