Fatih Architecture Studio Banner
Fatih Architecture Studio Banner

Bakauheni Masih Padat pada Arus Balik H+7

Ribuan pemilir pejalan kaki dan kendaraan masih berdatangan

Bakauheni arus balik H+7 (Dapur Melodi)
Bakauheni arus balik H+7 (Dapur Melodi)

LAMPUNG SELATAN, Minggu, 29 Maret 2026 16.45 WIB — Pelabuhan Bakauheni masih dipadati ribuan penumpang pejalan kaki dan kendaraan pribadi pada arus balik H+7 Lebaran 2026, saat gelombang kedua kepulangan ke Jawa berlangsung hingga Minggu dini hari.

Pantauan ANTARA menyebut kepadatan masih terlihat dari Sabtu, 28 Maret 2026 pukul 23.00 WIB hingga Minggu, 29 Maret 2026 pukul 00.30 WIB. Petugas kepolisian, TNI, dan ASDP terlihat mengatur arus lalu lintas di area pelabuhan agar kendaraan tidak menumpuk.

ASDP mencatat hingga H+6, sebanyak 651.195 penumpang atau sekitar 72 persen dari total pemudik arus mudik telah kembali ke Jawa. Pada periode yang sama, kendaraan yang sudah kembali mencapai 169.385 unit atau sekitar 71 persen dari total kendaraan saat mudik.

Baca Juga:  Arus Balik Dua Gelombang 26 Maret 2026 di Lampung

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry Heru Widodo menyebut puncak arus balik di Bakauheni terjadi pada H+6 hingga H+7. Sementara Corporate Secretary ASDP Windy Andale mengimbau masyarakat membeli tiket lebih awal melalui Ferizy, menghindari calo, dan datang sesuai jadwal keberangkatan.

Dampaknya bagi warga Lampung Selatan dan pengguna jasa cukup nyata: lalu lintas sekitar pelabuhan tetap sibuk, waktu tunggu dapat berubah sesuai distribusi kendaraan, dan pergerakan ekonomi informal seperti warung makan, penjual kebutuhan perjalanan, hingga jasa transportasi lokal masih terjaga selama puncak arus balik.

Baca Juga:  Bakauheni Padat, Antre Sandar Dipicu Tambahan Kapal

ASDP sebelumnya memproyeksikan arus balik gelombang kedua pada 28–29 Maret 2026. Untuk mengurangi penumpukan, pengendalian arus diperkuat melalui titik penyangga di Bakauheni, termasuk Rest Area KM 49B, KM 20B, Terminal Gayam, dan RM Gunung Jati, disertai kebijakan tarif tunggal bagi kendaraan golongan I hingga VIA sampai 29 Maret 2026.

Langkah berikutnya bagi pengguna jasa adalah memantau jadwal keberangkatan, menyiapkan tiket sebelum tiba di pelabuhan, dan mengatur waktu perjalanan agar tidak terkonsentrasi pada jam-jam puncak malam. Bagi petugas, fokus utamanya tetap menjaga distribusi kendaraan agar arus balik ke Merak berlangsung aman dan terkendali.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *