SOLOK SELATAN, Kamis, 7 Mei 2026, 09.30 WIB — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan menyiapkan lahan 11,28 hektare di kawasan Golden Arm, Kecamatan Sangir, untuk pembangunan sekolah rakyat yang ditujukan bagi anak dari keluarga ekonomi terbawah.
Pemilihan lokasi di Golden Arm disebut memenuhi kriteria pengembangan fasilitas pendidikan terpadu. Pemerintah daerah menilai kawasan tersebut cukup strategis untuk menampung layanan pendidikan berjenjang bagi warga yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan lokasi tersebut disiapkan untuk mendukung program sekolah rakyat. “Lokasi sekolah rakyat di Golden Arm cukup strategis dan memenuhi kriteria pengembangan sekolah terpadu,” kata Khairunas.
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Solok Selatan Nurhayati menjelaskan, calon peserta didik diprioritaskan dari kelompok desil satu dan desil dua. Kelompok ini merujuk pada warga dengan tingkat kesejahteraan paling rendah dalam data sosial ekonomi.
Program itu dirancang dari jenjang SD hingga SMA. Nilai pembangunan yang disebutkan mencapai sekitar Rp 250 miliar, namun pelaksanaannya masih menunggu surat keputusan resmi dari kementerian terkait.
Bagi warga Solok Selatan, program ini berpotensi memperluas akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu. Sekolah terpadu juga dapat mengurangi beban biaya pendidikan, terutama bagi keluarga yang selama ini kesulitan menjangkau sekolah bermutu.
Apa berikutnya, Pemkab Solok Selatan akan menunggu penetapan resmi sebelum melanjutkan tahap teknis, termasuk rekrutmen tenaga pendidik dan penyusunan layanan pendukung siswa.






